Pimpinan ISIS Dalang Serangan di Paris Tewas

Charaffe al Mouadan, pemimpin ISIS yang menjadi dalang serangan di Paris.

Seorang pemimpin ISIS yang memiliki hubungan “langsung” dengan terduga dalang serangan-serangan Paris, termasuk di antara 10 tokoh kelompok bersenjata itu yang yang terbunuh di Suriah dan Irak bulan ini, kata Pentagon pada Selasa.

Militer Amerika Serikat mengatakan serangan-serangan yang dilakukannya membantu melemahkan kelompok itu, yang menguasai bagian-bagian besar di Irak dan Suriah tahun lalu tapi baru-baru ini tampak mengalami kemunduran-kemunduran termasuk kehilangan Ramadi di Irak pekan ini.

Juru bicara militer AS yang berkedudukan di Baghdad Kolonel Steve Warren mengatakan Charaffe el Mouadan yang berkebangsaan Prancis tewas akibat sebuah serangan koalisi pimpinan AS pada 24 Desember. Ia telah bersekongkol melancarkan serangan-serangan lebih jauh terhadap Barat, kata Warren.

“Ia anggota ISIL yang berkedudukan di Suriah yang berhubungan langsung dengan Abdelhamid Abaaoud, pemimpin sel serangan-serangan Paris,” ujar Warren dalam pembicaraan video, menggunakan akronim lain dari kelompok ISIS.

Abaaoud tewas dalam suatu razia polisi di Paris lima hari setelah serangan-serangan pada 13 November yang menewaskan 130 orang dan ratusan lagi cedera dalam serangkaian serangan terkoordinasi di sejumlah kawasan di Paris.

Seorang sumber Prancis, yang minta jatidirinya tak disebutkan, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tak ada bukti segera yang menunjukkan Mouadan terlibat dalam serangan-serangan Paris.

Tetapi pejabat itu mengatakan Mouadan dekat dengan Samy Amimour, salah seorang pelaku bom bunuh diri yang menyerang tempat pertunjukan musik Bataclan.

Mouadan (26), tumbuh di salah satu kawasan pinggiran Paris. Orang tuanya dilahirkan di Maroko dan memiliki delapan anak.

Ia ditangkap pada Oktober 2012 ketika bersiap berangkat bersama dengan Amimour dan seorang pria ketiga, Samir Bouabout, untuk bertempur apakah di Yaman atau Afghanistan, seorang sumber yang dekat dengan investigasi itu kepada AFP.

Walau orang-orang itu menghadapi dakwaan, tapi mereka dilepaskan, dan mereka kemudian pergi ke Suriah.

Jalan yang ditempuh Mouadan menjadi orang radikal tampak melalui internet, seperti halnya yang diyakini para penyelidik atas kasus Amimour dan Bouabout.

Sumber itu mengatakan saksi mata di Bataclan mendengar seorang penyerang bertanya apakah seorang penyerang lainnya akan memanggil “Souleymane.”

Souleymane adalah nama kecil Mouadan yang digunakan di Twitter dan di Suriah, tetapi ini nama kecil yang biasa dan para penyelidik Prancis tak yakin penyerang itu merujuk kepada Mouadan.