Setelah Servis Berat, Hawk Mk-209 Indonesia Siap Tempur

Satuan Pemeliharaan 32 (Sathar 32), satuan pelaksana dibawah Depo Pemeliharaan 30 (Depohar 30) Lanud Abdulrachman Saleh Malang mempunyai tugas melaksanakan pembuatan / perbaikan tingkat berat beragam pesawat tempur dari jenis Su-27/30, Super Tucano, Hawk 100/200 dan pesawat Casa C-212.

Pada akhir tahun 2015 ini, Sathar 32 telah berhasil melakukan pengerjaan major servicing (servis berat) pesawat tempur Hawk Mk-209 ke-3 (TT-0222) dibawah komando Komandan Sathar 32 Letkol Tek Dody Kurniadi, dan telah dilaksanakan test flight pada tanggal 17 hingga 22 Desember lalu dengan hasil baik.

Penyerahan pesawat dilaksanakan oleh Komandan Depohar 30 yang diwakili oleh Letkol Tek Windhu Kastawa Putra kepada Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak.

Dengan diserahkannya pesawat tempur Hawk Mk-209 (TT-0222) ke Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak menambah kesiapan dan kekuatan untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.(TNI-AU)

Hawk Mk 209 adalah pesawat tempur ringan buatan Inggris. Indonesia menjadikan Hawk sebagai pesawat tempur lapis kedua, terutama sebagai pesawat tempur air defence dan serang darat terbatas.

Andai Indonesia diijinkan memiliki persenjataan modern dari pihak barat, Hawk Mk-209 sebenarnya dapat dilengkapi dengan rudal udara ke udara AIM 120 AMRAAM buatan AS dan rudal Skyflash buatan British serta rudal udara ke permukaan AGM-65 Maverick.

Hawk Mk-209 juga memiliki kemampuan peperangan di laut karena dapat dilengkapi dengan rudal anti kapal Sea Eagle dan torpedo Sting Ray buatan British.(JKGR)