Jan 082016
 

USS_Theodore_Roosevelt_a_live-fire_exercise

Raytheon, Tucson, Arizona, dianugerahi kontrak perusahaan seharga $ 66.593.457 pada 31 Desember 2015, untuk tahun fiskal 2016, bagi pembuatan Rolling Airframe Missile (RAM) Block 2 guided missile Angkatan Laut.

RAM guided missile weapon system ini merupakan pengembangan dan co-diproduksi di bawah program kerjasama internasional antara AS dan Republik Federal Jerman.

RAM adalah sistem rudal yang dirancang untuk memberikan pertahanan rudal anti-kapal untuk beberapa platform kapal. Kontrak ini adalah untuk pengadaan material, komponen, merakit dan ujicoba, serta pengiriman sistem peluru kendali RAM Blok 2 MK 44 Mod 4.

Kontrak ini meliputi opsiyang, jika dilakukan, akan membawa nilai kumulatif kontrak sebesar $ 142.825.203, dan juga termasuk salah satu pilihan untuk penjualan militer asing ke Jepang. Pekerjaan akan dilakukan di Tucson, Arizona (49,1 persen); Ottobrunn, Jerman (41,2 persen); Rocket Center, Virginia Barat (8,5 persen); dan Andover, Massachusetts (1,2 persen), dan diharapkan akan selesai pada Februari 2018.

Defense.gov

  15 Responses to “Jepang Beli RAM Block 2 untuk Angkatan Laut”

  1. mantaap INDONESIA!!!

  2. Ga jadi aahhh….

  3. Cuma hoax. Jepang akan membangun kaprang dgn senjata laser. Mana ada senjata macem itu yak?

  4. Nipon mantap di jav nya..

  5. tp kyaknya artk lama yah

  6. moncer ni barang, bolehlah lobi AS buat PKR

  7. Aku Juga Sering Beli RAMbutan….He…He…He…..

  8. Ayo Indonesia kerjasama dengan Jerman ,kembangkan FFAR jadi Rudal.Kita sudah bisa bikin roketnya tinggal guided yang perlu di kejar ,.Jerman tidak pelit bagi ilmu …Tinggal mau atau tidak >??

  9. hebat ya reytheon, anak indonesia banyak yg jadi ahli disana, semestinya mereka pulang membangun pertahanan dalam negeri, tapi sekali lagi, pemerintah kurang open, di boing, airbas, nortrhop gruman, tim ahli hebat di posisi terpenting semua anak indonesia…

  10. jiran sebelah kita RAMesia..bisanya cuman rame ngga ada buktinya..

  11. amerika dulunya kayak apa??
    mereka juga pernah miskin dimasa kelam.
    peneliti usa diawalnya tidak melihat uang dikala mereka membangun, karena mereka yakin apa yg mereka bangun akan menghasilkkan uang, intinya kembali lagi ke rasa nasionalisme, apa perlu kita miskin dulu baru bisa seperti amerika, kalau bisa sekarang kenapa tidak, hanya di indonesia seseorang rela berperang tanpa dibayar oleh negara, lalu bagaimana dengan peneliti hmmm, selama ini kita sering adu mulut dengan negara lain tapi hanya sekedar adu mulut, semoga kita semua kembalikan nasionalisme, nasionalisme tidak bisa dinilai dengan uang, seperti malon, pagi jadi tentara malam jadi supir…

 Leave a Reply