Jan 082016
 
MOWAG Desert Piranha yang mengusung Turret Cockerill CT-CV 105HP

MOWAG Desert Piranha yang mengusung Turret Cockerill CT-CV 105HP

Rincian lebih lanjut dari kendaraan lapis baja multi dolar pesanan Arab Saudi telah muncul. Kendaraan tempur lapis baja ini ditujukan untuk bantuan serangan dan kendaraan tempur infanteri (IFV) yang digarap oleh General Dynamics Lands Systems (GDLS) Kanada.

Light Armored Vehicle (LAV) 8×8 Arab Saudi ini disebut Kanada sebagai manufaktur ekspor terbesar dalam sejarah Kanada. Rincian dari “kendaraan lapis baja ringan” ini telah dihapus dari web resmi eneral Dynamics Lands Systems (GDLS) Kanada.

Media Kanada melaporkan pada saat itu (14 February 2014) bahwa kontrak bernilai USD 10 miliar bisa meningkat menjadi USD 13 miliar jika semua opsi dilaksanakan.

Kantor berita Belga dari Belgia melaporkan pada tanggal 5 Januari 2016, GDLS Kanada mmebuat kontrak senilai EUR 3.2 miliar kepada CMI Belgia untuk menyediakan turret kendaraan lapis baja untuk Arab Saudi.

Belga tidak menyebutkan jumlah turret yang akan diserahkan, tetapi dari laporan tahunan aktivitas CMI Belgia diketahui Kanada memesan Cockerill CT-CV 105HP dan Cockerill Medium Calibre Turret (CMCT) systems, termasuk simulator dan suku cadang.

Turret CT-CV 105hp memiliki kanon tekanan tinggi 105 mm dengan autoloader dan juga dapat menembakkan peluru kendali dipandu laser, Falarick, Gun-Launched Anti-Tank Guided Missile (GLATGM) yang dikembangkan oleh CMI dan Biro Desain Kyiv, Ukraina (Luch).

yang dibuat oleh perusahaan AS Orbital ATK dan 7,62 mm senapan mesin koaksial, dengan rudal anti-tank, remote control stasiun senjata, dan berbagai bantuan defensif menjadi pilihan.

CMCT menggunakan seri arsitektur yang sama dengan yang dibuat oleh perusahaan AS Orbital ATK, yang juga dilengkapi senjata mesin coaxial 7,62 mm, rudal anti-tank, remote control weapon stations, dan berbagai bantuan peralatan defensif.

CMI Belgia mengatakan akan menyerahkan turret dalam tujuh tahun dan layanan dukungan, yang meliputi pelatihan personil untuk mengoperasikan dan memelihara sistem dalam waktu yang lama.

Janes.com

Bagikan Artikel :

  21 Responses to “Kendaraan Tempur Terbaru Saudi, Menggunakan Turret Cockerill”

  1. cantik desainnya..belanja alutsista besar-besaran nich arab

  2. Wihh keren juga Saudi mainan baru nya.

  3. Mantap Juga Niiih Mainan Anyar Arab Saudi

  4. Badak masih 90mm ini sudah 105 mm bung, jadi sejujurnya lebih bagus ini

  5. Wow udah autoloader, punya fitur GLATGM , mengusung canon 105mm serasa medium tank yg mempunyai daya dobrak tinggi. Lebih mantab lagi klo dikasih rudal startrek untuk pertahanan udaranya dan granat launcer untuk menggempur barisan infantri musuh.

  6. itu gambaran Badak generasi ke dua… hehe

  7. Bagusan the next light tank indonesia…..south korea K 21 with 105 mm Turret Cockerill.

    Untuk Badak, itu kerjasama (baca:bantuan) antara Indonesia, Korea dan CMI.

    Salam

  8. Mereke wagu tenan…kokerikil

  9. Sama2 pakai Turret dari CMI Belgia..tapi beda di ukuran..untuk IFV Piranha Arab Saudi ukuran 105 mm yg pny kita ukurannya 90 mm dan turretnya model lama..Piranha Saudi tipe 8×8 sementara badak pny kita hanya 6×6..tapi yang MEMBEDAKANnya..kalau Arab Saudi BELI IFV Piranha dan TERIMA JADI..sementara Panser Badak pny kita walau spesifikasi lbh rendah tapi DIBUAT & DIPRODUKSI SENDIRI..dan dapat Lisensi & ToT Turret dari CMI Belgia untk dapat memproduksinya sendiri..@jaya NKRI..

  10. ..ayooo medium tank…kapan kamu produksinya????….

  11. Bkn kalah bro,…tapi mayoritas tentara sunni dlm tubuh tentara saudi tidak mau perang makanya banyak tank dan apc ditinggalin begitu aja….mereka melihat ada yg salah dalam kebijakan luar negeri raja saudi skrg…ada perpecahan dalam tubuh tentara saudi…

  12. nich piranha body kecil banget ya,gk sesuai sama turret yg gede,apa gk sempoyongan nanti sehabis kentut tuch canonnya…?

  13. asal jangan dikasih ke isis atau fsa aja.

  14. Saudi itu negara kaya namun sayangnya tdk pernah berusaha membuat senjata sndr…lihat aja dr pesawat sampai bajunya aja impor. Sgt disayangkan karena suatu saat sumber pendapatan utamanya yaitu minyak akan habis.

 Leave a Reply