Kapal Induk Beberapa Negara di Dunia

Hanya segelintir negara yang memiliki kapal induk di gudang senjata mereka. Mereka membentuk sebuah klub eksklusif, yang anggotanya telah memutuskan untuk meninggalkan perairan mereka sendiri begitu jauh, sambil menempatkan kekuatan udara di laut.

Secara garis besar, saat ini ada tiga jenis kapal induk, yaitu kapal induk yang lebih besar yang membawa pesawat sayap tetap dan helikopter, kapal induk yang lebih kecil yang mampu membawa helikopter, serta kapal amfibi yang memiliki dek penerbangan, hanggar, dan membawa helikopter. Beberapa kapal induk berisi lengkap dengan pesawat dan mampu mengelilingi dunia tanpa mengisi bahan bakar. Lainnya adalah berumur setengah abad atau lebih tua, yang hanya membawa beberapa pesawat usang, dan jarang meninggalkan pangkalan angkatan laut mereka.

AMERIKA SERIKAT

Amerika Serikat saat ini mengoperasikan sepuluh Nimitz-class “supercarriers,” kapal induk kecil dengan bagian permukaan atas yang datar. Setiap Nimitz biasanya membawa beberapa pesawat, yang terdiri dari Hornets, super Hornets, pesawat perang elektronik Growler, pesawat Hawkeye, pesawat angkut Greyhound, serta 6 helikopter Seahawk.
Selain Nimitz, Angkatan Laut Amerika Serikat juga mengoperasikan sembilan pendaratan helikopter di kapal Wasp dan Amerika. Kapal-kapal tersebut dirancang untuk membawa berbagai perlengkapan perang udara dan darat, serta pasukan pendaratan Marinir AS.

TIONGKOK

Meskipun tengah mengembangkan kemampuan militernya, akan tetapi Tiongkok hanya memiliki satu kapal induk, yaitu Liaoning. Kapal ini awalnya merupakan kapal induk Soviet Riga, tetapi kemudian dijual kepada investor Tiongkok untuk diubah menjadi sebuah kasino. Namun akhirnya, kapal ini jatuh ke tangan pemerintah Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menghabiskan lebih dari satu dekade untuk mempelajari dan mengembangkan kapal tersebut, sebelum akhirnya mulai ditugaskan pada tahun 2012.
Liaoning mampu membawa enam helikopter Changhe Z-18, empat helikopter Kamov Ka-31, serta dua helikopter Harbin Z-9.

RUSIA

Rusia memiliki satu kapal induk yang aktif, yaitu Laksamana Kuznetsov. Kapal induk ini dahulu dibangun di Ukraina. Namun setelah pecahnya Uni Soviet, kapal tersebut diberikan kepada Rusia pada tahun 1991. Secara teknis, Kuznetsov merupakan saudara dari Kapal Induk Liaoning.
Kuznetsov mampu membawa delapan belas Su-33 Flanker-D, empat jet Su-25 Frogfoot, dua Ka-31RLD, dan lima belas helikopter perang Ka-27PL. Tidak seperti kapal induk lainnya, Kutznetsov dilengkapi pula oleh rudal SS-N-19 Shipwreck serta rudal udara sebagai pertahanan diri.

THAILAND

Thailand memiliki satu kapal induk, yang diberi nama Chakri Naruebet. Nama ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap dinasti kerajaan Thailand. Awalnya, Chakri Naruebet mampu membawa sembilan jet Harrier. Akan tetapi karena masalah suku cadang, pesawat induk ini kini hanya membawa empat helikopter Seahawk.
Adanya pemotongan anggaran, telah mengakibatkan Chakri Naruebet beroperasi di luar pangkalan angkatan laut di Sattahip hanya satu hari dalam sebulan. Tanpa Harrier, kapal induk ini lebih tepat untuk membawa raja dan rombongannya sebagai kapal pesiar mewah dibanding sebagai kapal militer.

Esquire