India dan Amerika Serikat Akan Buat Kapal Induk Bersama

Destroyer USS Curtis Wilbur

India dan Amerika Serikat membuat kemajuan dalam pembicaraan terkait pengembangan bersama sebuah kapal induk untuk India. Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan bahwa kerjasama tersebut berpotensi menjadi kolaborasi militer terbesar di antara mereka.

Kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam teknologi kapal induk serta mesin jet saat kunjungan Presiden AS, Barack Obama ke India tahun lalu. Kerjasama itu dilakukan dalam rangka penguatan hubungan untuk menyeimbangkan kekuatan militer Tiongkok di wilayah tersebut.

Kepala US Naval Operations, John Richardson, mengatakan bahwa kedua pihak telah mengadakan pembicaraan tentang berbagai isu yang berkaitan dengan desain konstruksi generasi kapal induk India berikutnya.

Sebuah kelompok kerjasama tingkat tinggi AS-India akan bertemu di New Delhi pada akhir bulan ini, sebagai bagian dari serangkaian pertemuan yang bertujuan untuk membangun kerjasama yang lebih luas pada desain, pengembangan dan produksi kapal induk India.

“Kami membuat kemajuan yang sangat baik, saya sangat senang dengan kemajuan saat ini dan optimis kita bisa berbuat lebih banyak di masa depan. Pembahasan ini berada pada pembicaraan yang kuat,” kata Richardson di New Delhi.

Tiongkok telah memiliki satu kapal induk dan saat ini sedang membangun kapal induk lainnya. Pentagon mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu bahwa Tiongkok akan membangun beberapa kapal induk selama 15 tahun ke depan.

Angkatan Laut India, yang telah lama menganggap Samudra Hindia sebagai wilayah pengaruhnya, telah terkesima oleh aktivitas angkatan laut Tiongkok di wilayah tersebut dalam upaya untuk membangun infrastruktur pelabuhan di berbagai negara yang membentang dari Pakistan ke Djibouti di pantai Afrika.

Setelah bertahun-tahun diabaikan, pemerintah India akhirnya menyetujui rencana pengembangan angkatan laut mereka, yang terdiri dari selusin kapal selam baru, enam diantaranya bertenaga nuklir. Angkatan laut India juga menunggu kedatangan 40 kapal perang baru yang masih berada dalam proses pembuatan.

Reuters

Sharing

Tinggalkan komentar