Militer Irak Kirim Pasukan Untuk Rebut Mosul

Militer Irak Kirim Pasukan Untuk Rebut Mosul (1)
Irak mengirim lebih banyak pasukan utara untuk mempersiapkan serangan terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pemerintah telah berjanji untuk merebut kembali kota Mosul dari ISIS pada tahun ini.

Ratusan pasukan tentara Divisi 15 telah berkumpul di pangkalan Makhmour, 70 kilometer selatan Mosul, termasuk pejuang suku Muslim Sunni, yang diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Militer Irak Kirim Pasukan Untuk Rebut Mosul (2)
Didampingi sejumlah besar Humvee dan kendaraan lapis baja, ratusan pasukan tentara Brigade ke-71 meninggalkan Taji kamp, sebelah utara Baghdad menuju Makhmour sebagai militer build-up lanjutan menjelang penyerangan.

Menteri Pertahanan Khaled al-Obeidi saat melakukan inspeksi pasukan mengatakan, “Kami di sini hari ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pasukan pembebasan Mosul. Ini adalah gelombang pertama dari brigade ke-71. Pasukan menuju ke Niniwe didahului oleh tiga batalion, yang berbasis di Makhmour kamp. Terima kasih Tuhan, persiapan dan semangat pejuang tinggi. Pergerakan pasukan akan terus berlanjut”.

Obaidi telah sempat mengatakan bahwa Irak akan meluncurkan operasi Mosul pada enam bulan pertama tahun 2016. Sementara itu, Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan bahwa pada tahun 2016 akan melihat “kemenangan akhir” atas militan.

Beberapa pejabat Amerika Serikat mendukung penilaian itu, tetapi beberapa perwira intelijen AS mengatakan kepada Kongres bahwa operasi apapun untuk merebut kembali Mosul akan panjang dan rumit serta tidak mungkin selesai tahun ini.

Shiite fighters from the Popular Mobilisation units flash the sign for victory in Tikrit on April 1, 2015 (AFP Photo/Ahmad Al-Rubaye)
Shiite fighters from the Popular Mobilisation units flash the sign for victory in Tikrit on April 1, 2015 (AFP Photo/Ahmad Al-Rubaye)

Terkait keikutsertaan Shi’ite Popular Mobilisation Forces (PMF), atau yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Hashid Shaabi, dalam serangan Mosul, Obeidi hanya mengatakan bahwa keputusan tersebut akan diambil oleh Komandan Besar Angkatan Bersenjata Irak.

Hashid Shaabi merupakan koalisi longgar milisi Syiah yang sebagian besar warga Iran untuk melawan ISIS. Pemerintah tidak mengajak kerja sama PMF dalam pertempuran Ramadi untuk memastikan adanya dukungan pesawat AS.

Dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta orang, Mosul menjadi kota terbesar yang dikendalikan oleh ISIS.

reuters

Sharing

Tinggalkan komentar