Amerika Serikat dan Rusia “Bersahabat” di Suriah

"The current U.S. administration wants to find a solution to the crisis in Syria. There is a tacit agreement between the U.S. and Russia to reach this solution," said Bouthaina Shaaban, a close adviser to Assad. (Photo : Twitter Photo Section)
“The current U.S. administration wants to find a solution to the crisis in Syria. There is a tacit agreement between the U.S. and Russia to reach this solution,” said Bouthaina Shaaban, a close adviser to Assad. (Photo : Twitter Photo Section)

Pejabat militer Amerika Serikat mengatakan bahwa Pentagon telah meminta pihak Rusia untuk menjauh dari bagian utara Suriah guna melindungi Operasi Khusus Militer AS di sana.

Penjelasan tersebut menunjukkan adanya kerjasama dengan Rusia, meskipun Pentagon tetap menyatakan tidak berkoordinasi dengan Moskow. Baik Rusia maupun AS telah melakukan serangan udara di Suriah selama berbulan-bulan.

Pemimpin Angkatan Udara Komando Pusat AS, Letnan Jenderal Charles Brown mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Moskow untuk menghindari beberapa wilayah di Suriah dengan tujuan memberikan keamanan bagi sekitar 50 pasukan khusus AS yang membantu pasukan lokal untuk melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sementara itu, Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook mengatakan bahwa Rusia telah menghormati permintaan Amerika Serikat tersebut.

U.S., Russian planes get dangerously close over Syria. (CNN video capture)
U.S., Russian planes get dangerously close over Syria. (CNN video capture)

Sama seperti AS, Rusia pun telah meminta pasukan koalisi pimpinan AS untuk menjauh dari beberapa lapangan udara di Suriah karena digunakan militer Moskow untuk melakukan serangan udara. Rusia telah terlibat dalam konflik di Suriah sejak hampir lima bulan lalu. Moskow mengatakan bahwa keterlibatan mereka adalah dengan menargetkan kelompok ISIS dan “teroris lainnya”. Akan tetapi, AS menjelaskan bahwa Moskow juga telah melakukan serangan bom terhadap warga sipil Suriah.

Rusia dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman pada bulan Oktober lalu yang memberikan kerangka bagi operasi pesawat kedua negara untuk menjaga “jarak aman” saat masing-masing mereka melakukan operasi di Suriah.

Defencetalk

Sharing

Tinggalkan komentar