Tak Menyerah, F-35 Kembali Jalani Uji Coba

An F-35B Lightning II takes off from the flight deck of the amphibious assault ship USS Wasp during test operations in May. (CNN)
An F-35B Lightning II takes off from the flight deck of the amphibious assault ship USS Wasp during test operations in May. (CNN)

Angkatan Udara Amerika Serikat mengeluarkan pengumuman bahwa sebuah penerbangan yang terdiri dari enam jet Lockheed Martin F-35A Lightning II telah dilakukan. Penerbangan itu sebagai permulaan tes operasional di jantung negara bagian Idaho.

“Enam F-35 tiba di Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home AFB, Idaho, 8 Februari 2016, dari Edwards AFB, California, untuk memulai tes penyebaran operasional di kompleks range terdekat,” laporan dari Fighter Wing 366 Angkatan Udara AS pada hari Senin.

Tes akan membantu mengembangkan konsep operasi serta memvalidasi kemampuan pesawat sebelum dikirim.

Agar Angkatan Udara AS dapat menyatakan kemampuan operasional awal untuk F-35A, pesawat harus mampu menjalankan tiga set misi utama, yaitu membuat tekanan dan kerusakan terhadap pertahanan udara musuh, misi air interdiction, serta melakukan dukungan udara dekat dasar tanah – untuk menyertakan peluncuran peringatan.

Pesawat tempur F-35 menjadi pesawat paling mahal dalam sejarah militer dengan biaya pengadaan untuk 1.736 pesawat mencapai lebih dari 215 miliar dolar Amerika Serikat. Padahal hingga saat ini, pengembangan jet tersebut telah menelan biaya Departemen Pertahanan hingga 400 miliar dolar Amerika Serikat dan program itu membutuhkan lebih banyak dana sebelum dapat dinyatakan beroperasi penuh.

Pesawat F-35 telah menderita sejumlah masalah, termasuk kerusakan mekanik, kerentanan cyber dan kemampuan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pendahulunya, seperti jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Sputnik News

Sharing

Tinggalkan komentar