TNI AD Perkuat Kemampuan Tempur Udara - JakartaGreater

TNI AD Perkuat Kemampuan Tempur Udara

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bertekad untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista). Salah satu langkahnya adalah dengan menambah skuadron helikopter miliknya. Dijelaskan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono bahwa salah satu alutsista yang sudah dalam tahap pembuatan adalah helikopter Bell 412. Tak hanya itu, kontrak pembelian helikopter serang AH64E Apache buatan Boeing juga sudah dikerjakan.

Akan tetapi, Jenderal Mulyono tidak mengungkapkan mengenai rencana pengadaan helikopter angkut MI-26 buatan Rusia, termasuk pula pengadaan helikopter serbu UH-60 Black Hawk.

Jenderal Mulyono juga menambahkan bahwa TNI AD akan melengkapi persenjataan MBT Leopard karena selama ini baru berupa armada murni, belum termasuk perlengkapan lainnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkunjung ke Jerman untuk melengkapi pengadaan MBT Leopard tersebut. Di Jerman nanti, akan digelar uji tembak. Jika hasilnya memuaskan, maka akan dilakukan kontrak perjanjian.

Jenderal Mulyono menegaskan bahwa yang dilakukan hanya meneruskan program rencana strategis (Renstra) II periode 2015-2019. Pihaknya tidak menambah alutsista baru, di luar Renstra yang ada.

“Semua alutsista itu lanjutan program. Alutsista roket, meriam, senjata MLRS (multiple launch rocket system) untuk Arhanud, hingga MBT Leopard itu kan lanjutan (renstra I),” kata Jenderal Mulyono.

TNI AD memang sedang berusaha meningkatkan basis kekuatan udaranya. Selain helikopter, TNI AD telah pula memesan empat unit unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone buatan industri dalam negeri, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP) . Drone bernama Rajawali 330 tersebut nantinya akan diberikan tugas, salah satunya adalah memantau wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.

Berita Satu

Tinggalkan komentar