Tiongkok Mulai Membangun Basis Logistik di Djibouti

An aerial view of Djibouti. (© AFP 2016/ Jacques Demarthon)
Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kamis kemarin (25 Februari), menyatakan bahwa pihaknya telah memulai pembangunan basis logistik di Djibouti. Pembangunan kekuatan di “Tanduk benua Afrika” tersebut menjadi fasilitas militer pertama Tiongkok di luar negeri.

Tahun lalu, Tiongkok telah mengatakan hal itu dalam pembicaraan untuk membangun apa yang disebut sebagai “fasilitas pendukung” angkatan laut di Tanduk Afrika. Walaupun memiliki kurang dari satu juta penduduk, tetapi negara tersebut tetap berjuang untuk menjadi jalur pelayaran internasional.

Djibouti menjadi lokasi strategis karena terletak di pintu masuk jalur selatan, menuju Laut Merah pada rute Terusan Suez. Jalur tersebut berada dalam rute menuju pangkalan angkatan laut Amerika Serikat dan Perancis.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian mengatakan bahwa Tiongkok dan Djibouti telah mencapai konsensus terkait fasilitas itu, yang akan digunakan terutama untuk istirahat militer dan memberika pasokan logistik bagi angkatan laut yang tengah melakukan tugas pengawalan, pemeliharaan perdamaian dan tugas kemanusiaan.

“Saat ini, konstruksi awal fasilitas yang relevan telah dimulai dan Tiongkok telah mengirimkan beberapa personel untuk memulai pekerjaan itu,” kata Wu dalam konferensi persnya.

Chinese evacuees from conflict-ridden Yemen arrive at the Djibouti port in March this year. (Xinhua)
Tiongkok telah melakukan operasi anti-pembajakan di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir dan berusaha untuk memperluas kapasitasnya dalam menanggapi perkembangan ancaman terhadap kepentingan luar negeri.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping telah mereformasi militer dan melakukan investasi kapal selam dan kapal induk, utamanya, sebagai bentuk ketegasan angkatan laut Tiongkok dalam sengketa teritorial di Laut Cina Selatan.

Reuters Africa