Australia Akan Mengganti Helikopter Tiger yang Bermasalah

Australia akan menggantikan armada 22 Helicopter serang Tiger pada pertengahan tahun 2020-an dengan gabungan helikopter berawak dan tanpa awak.

Pengungkapan itu tercatat di Whitepaper Defence 2016 Australia. Rencana pembelian helikopter lainnya adalah helikopter ringan untuk pasukan khusus, dan rencana lainnya adalah kemungkinan pembelian helikopter tempur untuk pencarian dan penyelamatan jarak jauh.

Helikopter Tiger telah memiliki sejarah sebagai helikopter bermasalah – Butuh program upgrade penting untuk mempertahankan efektivitas kemampuannya. Departemen Pertahanan akan berinvestasi untuk (helikopter) pengintai bersenjata masa depan untuk menggantikan Tiger, yang mencakup sistem berawak atau tanpa awak atau kombinasi keduanya pada pertengahan tahun 2020-an.

Canberra juga berencana untuk mendapatkan “helikopter ringan” yang dapat dengan mudah diangkut pesawat angkut strategis Boeing C-17.

Kemampuan baru untuk Australian Defence Force (ADF) adalah penggunaan helikopter ringan untuk mendukung operasi Pasukan Khusus, helikopter ringan dapat dikerahkan dengan menggunakan pesawat C-17, dan dapat dengan cepat memberikan bantuan tembakan untuk tim kecil pasukan khusus yang melakukan misi kontra terorisme, atau pembebasan sandera.

Buku Putih Pertahanan tersebut tidak menyebutkan secara gamblang apakah yang dimaksud itu pesawat bersayap tetap atau helikopter, hanya menyatakan “membutuhkan yang mampu beroperasi dengan kapal amfibi”.

Selain itu, Canberra juga berminat menambah tiga helikopter CH-47F Chinooks, dan tambahan 10 helikopter tipe rotor kembar. Pemerintah AS sudah menyetujui Pembelian Militer Asing (Foreign Military Sales – FMS) untuk Australia ini pada Desember 2015.

FlightGlobal