Mar 022016
 

JakartaThe most broken up nation in the world. Itulah salah satu julukan Soekarno untuk Indonesia. Dengan 14 ribu lebih pulau berserak dan panjang garis pantai 99 ribu kilometer, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia yang secara maritim berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Palau, dan Australia.

“Indonesia merupakan negara besar dengan daratan dan lautan begitu luasnya. Tentu harus punya kemampuan laut dan udara yang andal. Harus,” kata Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu usai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja sama pembuatan protipe pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) antara Indonesia dan Korea Selatan di Jakarta, 7 Januari.

Kekuatan mumpuni di laut dan udara sebagai negara maritim itu menjadi salah satu alasan pemerintah Republik Indonesia mendukung proyek pengembangan jet tempur siluman (stealth fighter) KF-X/IF-X yang diinisiasi Korea Selatan.

Ada 1.001 alasan dukungan Indonesia atas KF-X/IF-X. Lima di antaranya untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara, membangun kemandirian bangsa, meningkatkan industri pertahanan, mendorong perekonomian nasional, dan memunculkan efek gentar pada kawasan.

Bukan rahasia lagi wilayah udara dan perairan Indonesia yang luas kerap diterobos oleh pesawat dan kapal asing. Maka jika Indonesia telah menguasai teknologi pengembangan dan upgrading pesawat tempur, kedaulatan RI diharapkan lebih terjaga.

“Ini (memiliki teknologi pesawat tempur) jelas detterent effect buat negara-negara tetangga Indonesia, bahwa Indonesia sudah mampu mengembangkan dan upgrading pesawat tempur yang state of the art secara teknologi. Artinya, nanti (semua pesawat tempur milik Indonesia) akan memakai teknologi yang selalu terbarukan,” kata Kepala Program KF-X/IF-X PT Dirgantara Indonesia Heri Yansyah, dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).

Menguasai teknologi jet tempur, tegas Heri, tak berhubungan dengan niat menyerang. “Ini bukan soal menyerang, tapi membuat negara-negara lain berpikir kalau mau bermaksud buruk kepada Indonesia. Itu targetnya.”

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan RI Anne Kusmayati menyatakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) telah menetapkan tujuh program nasional untuk membangun kemandirian industri pertahanan.

Ketujuh program nasional itu ialah pengembangan jet tempur KF-X/IF-X, pembangunan kapal selam, pembangunan industri propelan, pengembangan roket, pengembangan rudal, pengembangan radar, dan pengembangan tank sedang serta berat.

KKIP sendiri merupakan komite yang mewakili pemerintah RI untuk mengoordikasikan kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengendalian, sinkronisasi, dan evaluasi industri pertahanan. KKIP diketuai langsung oleh Presiden.

KKIP dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2013 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui KKIP, Indonesia hendak membangun pertahanan negara yang kuat, maju, dan mandiri melalui dukungan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh.

ifx

Kapok Diembargo

Wakil Ketua KKIP Eris Herryanto mengatakan Indonesia bercita-cita dapat memenuhi alutsista secara mandiri karena, antara lain, punya pengalaman buruk diembargo 10 tahun oleh Amerika Serikat.

“Dari 1995 sampai 2005, Indonesia diembargo oleh Amerika. Sepuluh tahun diembargo, kerusakannya sangat besar terhadap kekuatan tempur Indonesia. Kesiapan Indonesia merosot tajam karena tidak boleh beli suku cadang dan segala macam,” ujar mantan penerbang TNI Angkatan Udara itu.

Pada periode itu, AS tidak mau memberikan suku cadang yang diperlukan Indonesia untuk meremajakan pesawat-pesawat TNI yang dibeli dari negeri itu. AS juga menyetop penjualan senjata ke Indonesia.

AS saat itu menerapkan embargo militer dengan alasan Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam kerusuhan di Dili, Timor Timur (kini Timor Leste), pada 12 November 1991 ketika sejumlah demonstran ditembaki tentara Indonesia.

“Puncak embargo 26 Desember 2004 saat tsunami menghantam Aceh. Mestinya TNI membantu masyarakat Aceh, tapi saat itu hanya ada satu pesawat Hercules yang siap. Walau ada pesawat lainnya, tapi tidak siap karena dampak dari embargo itu,” kata Eris.

Pengalaman pahit itu, menurut Eris, menjadi salah satu landasan pemikiran bahwa Indonesia di masa depan harus punya peralatan yang bisa didukung oleh negara ini sendiri, tak tergantung pada pihak asing. “Intinya, mandiri.”

Kemandirian industri pertahanan, kata Eris, juga dapat mendorong perekonomian nasional secara signifikan, sebab produksi alutsista akan menyerap tenaga kerja dan memutar roda ekonomi. Penjualan alutsista akhirnya menjadi sumber pemasukan bagi negara.

“Kalau kita lihat Amerika, 60 persen lebih ekonominya didukung oleh industri pertahanan,” ujar mantan Panglima Komando Pertahanan Nasional RI itu.

Indonesia, kata Eris, saat ini pun mulai menggerakkan industri pertahanannya. “Indonesia sudah menjual ke Filipina kapal SSV (strategic sealift vessel) yang diluncurkan 18 Januari kemarin. Kapal hasil kerja BUMN (PT PAL Indonesia) itu diekspor. Ekonomi negara jadi terbantu dari PT PAL.”

Ini kali pertama Indonesia mengekspor kapal perang. Satu unit kapal SSV buatan PT PAL dihargai US$45 juta. Kapal yang terdiri dari 621 kamar itu bisa melaju dengan kecepatan 16 knot, mampu berlayar tanpa mengisi bahan bakar selama tiga hari, dan dilengkapi meriam sesuai pesanan Filipina.

Berbekal visi mandiri itu, Indonesia melihat tawaran Korea Selatan untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur sebagai kesempatan bagus.

“Indonesia bayar 20 persen dari total biaya yang dibutuhkan, tapi bisa dapat 90 persen teknologi,” kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso.

Ada perbedaan misi Indonesia dan Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur. “Korea Selatan tentu berpikir soal (konfliknya dengan) Korea Utara, Indonesia beda lagi,” kata Budi.

Tujuan utama Indonesia ialah agar dapat melakukan upgrading atau peningkatan teknologi pada seluruh pesawat yang dimiliki TNI. Dengan demikian, semua armada udara Indonesia akan selalu menggunakan teknologi terbarukan.

“Sebab meski mesin dan struktur badan pesawat bisa bertahan sampai 20-40 tahun, sistem elektroniknya mesti di-upgrade ini dan itu,” ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana.

Beda motivasi Indonesia dan Korea Selatan ditambah perbedaan kondisi lapangan kedua negara, membuat dua belah pihak perlu waktu cukup panjang untuk menyamakan persepsi hingga berujung pada penandatanganan kontrak tahap kedua proyek KF-X/IF-X, yakni pembuatan prototipe pesawat.

“Ini titik awal kerja sama ilmuwan Indonesia dan Korea Selatan. Saya bertanggung jawab penuh dan optimistis proyek ini akan sukses,” kata Kepala Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan, Chang Myoung-jin, sesaat setelah meneken kontrak kerja sama dengan Indonesia di Jakarta.

CNNIndonesia.com

  49 Responses to “Jet Tempur IFX Indonesia, untuk Efek Gentar”

  1.  

    1

  2.  

    Baling baling bambu

  3.  

    Lanjruuuutkan…

  4.  

    Menarik juga masa depan bangsaku.

  5.  

    good job

  6.  

    Optimis demi kemajuan bangsa, MERDEKA….salam

  7.  

    segera produksi rudal pertahanan, rudal untuk pertempuran dan rudal jelajah

  8.  

    seger bener isi artikelnya

  9.  

    IFX awalnya bukan dari usa?????
    Entar di embargo maning bahan dasarnya.

  10.  

    Yang belum terdengar beritanya, jet tempur IFX Indonesia apa nantinya mengadopsi TVC seperti pada Sukhoi-30 MKI atau SU-35.?
    Kalau menurut beritanya, rencananya teknologi IFX akan lebih unggul dari f16, f15, f18, rafale maupun typhon namun sejajar dng SU-35. Kalau blom mengadopsi TVC mungkin masih dibawah SU-35 namun hanya sejajar typhon dan rafale batch terakhir.
    Salam damai NKRI

  11.  

    Ini berita yg enak di baca..,jayalah Indonesia, NKRI harga mati !!

  12.  

    gara2 banyak jet tempur senjata kena embargo dari amerika dan kroninya tempo doeloe akhirnya sipadan ligitan pindah ke malaya

  13.  

    Wah salah kamar bos, ini forum KELOMPENCAPIR eh militer.

  14.  

    Tenang guys.
    10% lg kita bisa mangandeng berbagai Produsen pesawat kok. tidak menutup kemungkinan dari SUKHOI.
    Karena setiap pembicaraan antara Pa RR dengan pihak Dewan Keamanan Rusia selalu bilang TOT.
    jika tidak dengan Sukhoi masih banyak kok yang ingin membuka kerja sama dengan kita. asal WANI PIRO?
    Ilmu itu mahal tapi Efeknya lebih besar.

    so. Jika kalian bisa berkreasi untuk menutupi sekian persen yang hilang dari proyek besar ini. kami akan dukung.

    •  

      JF SULFUR???
      hmmm… sepertinya sesuai prediksi ……….
      intinya kita harus bisa meriset sendiri. perlahan tapi pasti.
      kalo soal spare part. dll saya yakin lah PTDI bisa.
      perbanyak lg dah lulusan Khusus Bag. Pemerbangan.

  15.  

    IFX dg Korea Selatan … Harap² Cemas …
    Sangat berharap tapi penuh kecemasan
    body fuselage full + semua sayap … ane yakin kedua negara sdh mampu bikin 100%, production line jg oke, manpower jg oke …
    Desainer, engineer dkk. harus berhati hati pilih parts … pilih yg mudah di dapat dari negara yg gak ribet birokrasi dan hrs bebas dari embargo … memang tdk mudah tapi hrs tetep ada pilihan yg terbaik

  16.  

    apakah sistem persenjataan(long range air to air missile/short)..udah dipikirkan ato disiapkan buat ifx ini.oleh para enginer korea & indonesia…??? bung

  17.  

    indon dan angan angan nya

    akan akan akan…. terwujud tarak

    buluh runcing senjata handalan indon kah kah kah

  18.  

    indonesia sdh mendapatkan 4 teknologi utama yaitu dr eurofighter typhoon & MIG 35 sedangkan mesin jet dr ej2000 atau jg Klimov RD-33
    MK afterburning turbofan, KFX/IFX yg di buat gen 5 versi ekspor sedangkan 5 buat antidotx, cuma itu tebakan sy semoga tdk salah, yg membuat sy penasaran sistem persenjataan, rudal & bom tdk di jelaskan oleh pihak pt DI maupun PINDAD, tp sy menduga sistem persenjataan, rudal & bom sama yg di usung dg PAKFA 🙂

  19.  

    Efek gentar artinya memiliki teknologi radar / anti radar yang melampaui jamannya, jika masih bisa dijatuhkan misile RRC mungkin tidak terlalu gentar.

  20.  

    *KFX & IFX semoga berasil dan sukses*

    sayangnya 4++thn untk penantian kfx/ifx itu terlalu lama. . .

    karna saya yakin ketika peresmian pesawat,
    pasti diantara wajager
    yg sekarang ada yg menghilang dan tidak bisa saling berbagi rasa kebanggaan.

    yg entah disebabkan ada wajager yg meninggal atau harus menanggalkan gejet dan lettopnya karna karna kebutuhan keluarga yg lebih mendesak…

    salam perpisahan buat yg menghilang pada peresmian ifx/kfx nanti,dan bagi yg meninggal nanti semoga diterima disisinya,amin…

    *sedia payung sebelum hujan…xixixi*

  21.  

    Cintai ploduk2 indonesia

  22.  

    wow mantap …

    semoga menyusuljuga pabrik Machine bisa di bangun di negri ini oleh putra dan putri Indonesia.

  23.  

    Namun mengapa Pak RR dan Pemerintah kelihatan tenang-tenang saja ketika yang 10 % dari teknologi terpenting dari proyek KFX/IFX itu tidak diberikan oleh US (diwakili Persh. Loockhead Martin) yah? Apa mungkin di kita dimari sudah mempunyai (mampu membuat sendiri) teknologi kunci tersebut? mengingat negara besar ini memiliki sejumlah ilmuwan unggul, seperti Pak Prof. Habibie yang sedang fokus di bidang pengembangan roket Hypersonic?Pak Prof. Josephat, Maestro Aeorospace, dan masih banyak yang lain lagi, bahkan tidak mungkin menutup kemungkinan teknologi kunci tersebut sudah kita pecahkan teka-teki beserta “Puzzle2 Teknologinya”??

    (Optimis saja & Dukung terus Proyek Ini, karena kedepannya sangat bermanfaat untuk kemandirian pertahanan Bangsa kita).

    *Maaf kalau saya salah*

  24.  

    kenapa jadi susah masuk jkgr

  25.  

    patungan cuma 20% dapat teknologi pespur 90% sisa yang belum 10% …
    berarti harus cari (beli) dari negara lain
    a . Russia
    b. Swedia
    c .cina /pakistan
    d. prancis
    silahkan di pilih….hehe..

  26.  

    alhamduluLLah utk kepastian IFX nya, alhamduliLLah kuga dgn mulai dibangunya pabrik MOBNAS ESEMKA di Boyolali

  27.  

    Pengamat ekonomi nih masuk di mari………gelapkah…kah…kah…

  28.  

    Satu unit kapal SSV buatan PT PAL Kapal yang terdiri dari 621 kamar itu bisa melaju dengan kecepatan 16 knot, mampu berlayar tanpa mengisi bahan bakar selama tiga hari, dan dilengkapi meriam sesuai pesanan Filipina,

    Benarkah cuma 3 hari, apa gak salah ketik…

  29.  

    Berita aneh berita aneh……

    Barusan Pesawat N296 Winglet Kita melewati di atas Rumah ku.

    Tapi ada yang aneh….

    di bawah perutnya ada bulatan besar seperti kalau orang lagi Hamil.

    di bawah perutnya bulat gendut.

    Kira kira ada yag tahu ga itu bawa apaan.

    Tadi saya melihat pesawat nya terbang ke arah Lautkira kira mau ngapain ya

  30.  

    wkwkwkwkwkwk ni yng komen pst tukang jual nasgor……..haaaaaaaaaa

  31.  

    Malay yg comen nggak usah digubris tinggal tunggu masanya malaysia kita hilangkan dari peta dunia. Klik.klik.klik

  32.  

    Siiip …

  33.  

    Awal yang baik demi kemandirian bangsa.

    Lanjutkan….!!!!

  34.  

    sebagusnya th 2018 sudah bisa produksi massal kalo nunggu th 2020 keatas dikawatirkan palagan WW 3 keburu terjadi hihihi …… sekedar prediksi saja, cmiiw.

  35.  

    Efek deterrent untuk pertahanan udara pastinya melibatkan 3 komponen :
    1. Radar
    2. Rudal (baik AAM maupun SAM)
    3. Pesawat Tempur

    Saya rasa untuk Indonesia masih terfokus ke pesawat tempur, dan sejauh ini sudah berada di roadmap yang jelas.
    Tetapi untuk radar serta rudal (terutama SAM), masih jauh dari sentuhan. Saat ini untuk SAM bahkan masih berupa SHORAD dan rudal pertahanan titik/pangkalan. Untuk medium dan long range bahkan belum ada.
    Rasanya perlu juga percepatan serta modernisasi di 2 lini ini agar Indonesia makin diperhitungkan di kawasan, terkait juga dengan memanasnya konflik di LCS.

    Salam..

  36.  

    Bos, ngurus negara beda jauh ama ngurus Koperasi Petani…

    Namanya negara sektornya harus berkembang secara paralel (bersamaan), gak bisa satu2 Ekonomi aja misalnya. Lah kalo Negaranya kaya raya, warganya ngelap ingus pake Dollar tapi kalo pertahanan minim ya abis diserang negara tetangga…Boss

    Dan 1 lagi, sektor pertahanan itu hanya dapat jatah 0,8% dari APBN! 0,8% doank!!!
    Nilai segitu kecil masih kamu minta buat sektor lain…???

    Sungguh Terlalu

  37.  

    Waow…

    Saya tahu sih pendapatan penjualan alutsista itu besar, tapi tidak mengira ternyata sampai 60% dari Ekonomi Amerika yg Raksasa itu…

    Pantes aja ini Negara tukang kompor perang terus, laku dah dagangannya…