Bagaimana Kabar Pesawat Tempur Siluman T-FX Turki ?

1385955018198

Setelah keluar dari program KF-X Korea Selatan, Turki melakukan sendiri program pembuatan pesawat tempur siluman buatan dalam negeri yang diberi nama Program TF-X hingga tahun 2023.

Tetapi beberapa analis industri penerbangan menyatakan skeptis terhadap program ambisius Turki tersebut. Program jet tempur Turki selama ini menghadapi beberapa kali penundaan besar. Dalam skenario terburuk para analis memperkirakan program itu akan gagal.

Tahun 2015 Turki membuka “negosiasi pra-kontrak” dengan BAE Systems, salah satu mitra asing yang terpilih untuk bekerja sama mengembangkan program T-FX. BAE system terpilih setelah berhasil menggeser Airbus dan Saab.

Program T-FX selama ini mandek karena ada perbedaan pendapat antara militer Turki dan pihak pengembang T-FX, diantaranya tentang pemilihan mitra asing terbaik yang bisa membantu Turki untuk mentransfer teknologi yang belum dikuasai Turki.

Pemerintah Ankara berencana bersama dengan Turki Aerospace Industries (TAI), dan Lembaga Pengadaan Industri Pertahanan Turki (SSM) untuk menandatangani kontrak desain pesawat tempur T-FX pada semester pertama 2016.

Turki Aerospace Industries baru-baru ini menyajikan tiga pilihan desain T-FX, salah satu nantinya akan dipilih oleh pihak user – yakni Angkatan Udara Turki untuk dijadikan dasar pengembangan T-FX. Secara garis besar, desain tersebut terdiri dari pesawat bermesin tunggal dan twin-engine.
“Pilihan mesin akan menjadi kunci untuk menyelesaikan keputusan akhir konsep desain,” kata Dortkasli pejabat dari SSM.

Pemerintah Turki telah melakukan pembicaraan dengan produsen pembuat mesin untuk menilai pilihan mesin untuk T-FX. Pada bulan Desember, Rolls-Royce menawarkan mesin EJ200 mesin yang sama yang digunakan pesawat Typhoon. Pejabat pengembang (SSM) menyatakan sedang dalam pembicaraan dengan Rolls-Royce untuk membagi ilmu, memproduksi, dan mengekspor dengan lisensi.

Rolls-Royce menyatakan teknologi mesin EJ200 lebih ringan dan sederhana namun memiliki tenaga dorong yang kuat, dengan konsumsi bahan bakar yang hemat dan rasio power-to-weight yang belum pernah dimiliki mesin lain.

Typhoon dengan mesin yang sama berhasil melakukan misi operasional di Libya dengan total 6.000 jam terbang tanpa mengalami kendala.

Rolls-Royce sejauh ini telah mengekspor lebih dari 1.100 buah mesin EJ2000. EJ2000 memiliki daya dorong dry 13.500 pound dan hingga 20.000 pound dengan pendinginan mesin dahulu (reheat).

Turki tertarik dengan pesawat tempur berkemampuan siluman dan percaya teknologi mesin yang akan dipilih nantinya akan sangat penting untuk mencapai kemampuan siluman yang diinginkan.

Nantinya pihak TAI berencana akan melakukan penerbangan 300 sampai 500 kali sortie sebelum mendapatkan sertifikasi kelayakan pesawat tempur T-FX.

Sharing

Tinggalkan komentar