Empat Fakta yang Membuat Indonesia Kepincut Su-35

Su-35S_of_the_Russian_Air_Force

Indonesia tidak lama lagi akan diperkuat dengan pesawat tempur tercanggih dari generasi 4++, yakni Su-35 buatan Rusia. Walau sementara hanya akan memesan 8-10, Su-35 bisa membentuk skuadron mini yang menakutkan. Diluar masalah politik, ada beberapa fakta yang menjadikan Su-35 memang layak diakuisisi Indonesia.

Fakta Pertama : Sebanding dengan UFO

Su-35 (NATO: Flanker E +) membuktikan kemampuan manuver ekstrimnya pada tahun 2013 di Airshow Internasional di Le Bourget. Demonstrasi penerbangan pesawat tempur Rusia menjadi puncak acara pada gelaran itu.

Pesawat yang dipiloti oleh Sergey Bogdan, ketika itu melakukan manuver ‘pancake’, yang membuat seluruh penonton di Le Bourget tertegun. Manuver ‘pancake’ adalah berputar 360 derajat dengan kecepatan tinggi tanpa mengurangi kecepatan ataupun ketinggian, suatu manuver yang tidak mungkin dilakukan pesawat tempur lainnya.

Seorang ahli penerbangan dari Perancis, Christian Kun yang melihat manuver itu membandingkan Su-35 dengan UFO. “Saya 22 tahun di industri (penerbangan), sudah melihat banyak hal, tapi manuver ini sesuatu yang luar biasa – hanya UFO (yang bisa melakukannya)! Jujur, pertama kalinya saya menangis dengan sukacita.“

Fakta Kedua : Bisa Melihat Musuh Pada Jarak 400 Km

Menggunakan radar Irbis PESA (Passive Electronic Scanning Array) yang bisa mendeteksi sasaran berdiameter 3 m pada jarak hingga 400 km, untuk target mencurigakan seluas 0,01 m, Irbis dapat melacaknya pada jarak 90 km, untuk target di permukaan (laut atau darat) Irbis bisa melacak sasaran pada jarak 200 km.

Radar Iris dapat melacak hingga 30 target di udara dan mengeksekusi delapan target penting diantaranya. Untuk sasaran di permukaan, Irbis bisa mengunci empat sasaran sekaligus dan mengeksekusi dua target potensial.

Fakta Ketiga : Kokpit Digital Canggih

Kokpit pada Su-35 menggunakan kokpit mirip dengan yang digunakan pesawat tempur generasi kelima. Berbeda dengan su-27, kokpit pada Su-35 tidak menggunakan perangkat analog. Sebaliknya, kokpitnya terdiri dari dua layar crystal besar, dengan tampilan modus ‘gambar dalam gambar’ yang menyajikan semua informasi yang diperlukan untuk pilot.

Kokpit su-35 juga memiliki indikator kolimator di kaca depan, dengan demikian, pilot bisa melihat simbol , grafik dan tanda-tanda saat bermanuver di udara.

Dilengkapi komputer canggih yang sangat mengurangi beban tugas pilot. Komputer bisa memutuskan berapa kecepatan, pergerakan pesawat dan kapan saat yang tepat bagi pilot untuk menggunakan persenjatannya.

Fakta Keempat : Daya Angkut Persenjataan Hingga 8 Ton

Salah satu kelebihan utama pada Su-35 adalah daya angkut persenjataannya yang sangat besar. Dilengkapi 12 cantelan, Su-35 dapat mengangkut beban persenjataan hingga 8 ton, yang terdiri dari rudal udara ke udara, bom presisi tinggi dan rudal jelajah udara ke permukaan, termasuk di antaranya dua rudal jelajah anti radiasi KH-58 USkHE, dua rudal jelajah anti kapal Caliber-A dan satu rudal jelajah berat anti kapal Yakhont.

Sharing

Tinggalkan komentar