Bulgaria Perkuat Pasukan Perbatasan Antisipasi Migran

Bulgaria akan mengirim lebih dari 400 tentara dan personil keamanan untuk menjaga perbatasan dengan Yunani, di tengah kekhawatiran aliran migran di sepanjang rute Balkan yang akan mencari cuaca yang lebih hangat.

Perdana Menteri Boiko Borissov mengatakan, “ratusan orang, lebih dari 400, dari tentara, polisi paramiliter dan polisi, akan tinggal di sini secara permanen.”

Dalam pengamanan tersebut, pasukan keamanan akan melibatkan helikopter dan mobil lapis baja di perbatasan Yunani dekat Makedonia. Tak hanya itu, sebanyak 500 personel keamanan dapat dimobilisasi dalam beberapa jam jika dianggap perlu.

Bulan lalu, parlemen Bulgaria memberikan kekuatan tentara yang lebih besar untuk membantu menjaga perbatasan negara itu. Sebelumnya, tentara hanya mampu memberikan dukungan teknis dan logistik.

Anggota Uni Eropa Bulgaria sudah memiliki hampir 2.000 polisi menjaga perbatasan sepanjang 260 kilometer yang dianggap keropos dengan Turki. Saat ini, perbatasan itu sedang diperluas menggunakan kawat pagar sepanjang 30 kilometer.

Berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga sela-sela rute migran dari Turki dan Yunani ke Eropa utara.

Namun, dengan kuota migran yang diperkenalkan oleh Austria dan negara-negara Balkan, mereka melarikan diri akibat perang dan kemiskinan di Suriah, Irak, Afghanistan dan di tempat lain di Timur Tengah. Negara-negara Afrika Utara juga sedang mencari rute baru ke Eropa Barat.

Sekitar 30.000 migran yang terdaftar di Bulgaria tahun lalu, sementara ribuan lainnya melewati secara sembunyi-sembunyi. LSM telah mengeluhkan perlakuan buruk dari migran di tangan polisi Bulgaria. Sekitar 500 pencari suaka ditempatkan di pusat-pusat penerimaan negara, yang merupakan salah satu negara anggota Uni Eropa termiskin.

Middle East Eye

Sharing

Tinggalkan komentar