7 WNI Diduga Terlibat Jaringan Teroris Marawi

Kekuatan Tentara Filipina di Kota Marawi terus ditambah

Jakarta – Tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina, bukan termasuk 17 WNI yang berdakwah di Marawi.

“Bukan, itu orang yang berbeda. Tujuh WNI yang terlibat terorisme ini berbeda dengan 17 WNI,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, 31/5/2017.

Berdasarkan data Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao dan Atase Polri di Filipina, diketahui bahwa 17 WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal dengan tujuan berdakwah dan tidak terkait dengan kelompok teroris ISIS.

“Mereka masuk ke Filipina secara legal. Mereka izinnya berdakwah dan tidak tergabung dalam kelompok yang sekarang bertempur,” ucapnya.

Pihaknya memastikan kondisi para WNI tersebut baik pascaperistiwa baku tembak antara militer Filipina dengan kelompok bersenjata di Marawi.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri masih berupaya memulangkan 17 WNI tersebut.

Saat ini, ISIS sedang membangun basis kekuatan di Marawi, Filipina untuk menguasai wilayah Asia Tenggara.

Ada tujuh nama WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Marawi. Mereka tercatat masuk ke Negara Filipina dalam rentang waktu November 2016 hingga April 2017.

“Saudara M I Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya,” kata Kombes Pol Martinus Sitompul.

Antara

Tinggalkan komentar