Amerika Menghidupkan Lagi Skuadron OV-10 Bronco

Dua pesawat OV-10 Bronco, yang pernah digunakan dalam Perang Vietnam telah dibawa keluar dari kematiannya, jet turbo prop ini diduga telah melakukan 134 sorti penyerangan terhadap posisi ISIS selama 82 hari membantu pasukan khusus AS.

Militer AS sedang menguji pesawat serang Bronco di Irak dan Suriah untuk melihat apakah pesawat ini dapat menggantikan tugas pesawat tempur F-15 dan F / A-18 yang boros biaya operasionalnya, kata juru bicara Komando Pusat Kapten P Bryant Davis kepada Daily Beast.

F-15 menghabiskan biaya hingga US$ 40.000 setiap jam terbang,sedangkan si Bronco hanya menghabiskan US$ 1.000 untuk setiap jam penerbangan.

OV-10 Bronco alias 'si kampret'
ov-10 Bronco alias ‘si kampret

OV-10, yang dikembangkan oleh AS sebagai pesawat serang kecil dan murah di tahun 1960-an, pertama kali digunakan pada perang Vietnam karena pesawat ini bisa lepas landas dari lapangan udara dengan kondisi buruk dan dekat dengan medan perang. Menjelang akhir masa tugasnya, Bronco akhirnya digantikan oleh pesawat jet A-10.

Tapi setelah pensiun selama 30 tahun sejak berakhirnya Perang Vietnam, Amerika mengaktifkan lagi si Bronco untuk melakukan misi pemboman di Afghanistan dan Irak.

Sekarang, Letnan Jenderal Bradley Heithold, Komandan Air Force Special Operations (yang dulunya Komandan operasi pemboman OV 10 Bronco di Vietnam), menyarankan untuk terus menggunakan si Bronco dalam misi serangan.

Si Bronco adalah pesawat yang sangat mudah beradaptasi dan terbukti sangat sukses melakukan puluhan misi untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS. Delapan puluh satu pesawat Bronco pernah hilang selama perang Vietnam tapi pesawat ini terus digunakan oleh Angkatan Udara dari berbagai negara di seluruh dunia.(DailyMail)

Berbobot ringan dan bermesin ganda, OV-10 juga dapat beroperasi dari atas kapal induk, terbang dengan kecepatan 350 mil per jam (560 km / jam), dan lepas landas pada landasan pendek 240 m.
Bronco mampu mengangkut beban persenjataan hingga 1.100 kg, atau mengangkut enam pasukan payung. Dilengkapi persenjataan 4 senapan mesin 7,62 mm dengan 2.000 amunisi, pod meriam 20 mm dan rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder .

Boeing pernah berencana untuk modernisasi si Bronco (OV-10X), yang disesuaikan dengan peperangan abad ke-21 yang mencakup kokpit kaca komputerisasi, smart sensor dan kemampuan menjatuhkan bom pintar. (Wikipedia)

Tinggalkan komentar