Latihan Northern Thunder Resmi Ditutup

Kepala negara dari seluruh dunia Muslim berkumpul di Arab Saudi pada hari Kamis (10/03) untuk menutup latihan militer yang telah digelar sejak tiga minggu lalu. Latihan militer dengan nama Northern Thunder ini berlangsung di dekat perbatasan timur laut Arab Saudi dengan Irak dan Kuwait. Pelatihan ini berfokus pada cara untuk mengoordinasikan operasi tempur dan taktik perang gerilya antara negara-negara mayoritas Muslim yang menjadi anggota aliansi anti-terorisme.


Latihan yang diikuti oleh 20 negata ini dilakukan di tengah ketegangan antara Arab Saudi dan Iran karena mereka berada di sisi berlawanan dalam perang Suriah dan Yaman. Latihan militer ini menjadi pesan bagi Iran dan kelompok-kelompok Sunni ekstremis seperti al-Qaida dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bahwa kerajaan memiliki kekuatan untuk menghancurkan mereka.

Arab Saudi juga membangun pangkalan udara baru untuk melindungi wilayah udara kerajaan di Hafr al-Batin, di mana latihan militer berlangsung.

Beberapa negara yang ikut dalam latihan ini adalah Mesir, Pakistan, Turki, Malaysia, Yordania, Sudan dan enam negara Gulf Cooperation Council. Negara-negara lain seperti Chad, Komoro, Djibouti, Maladewa, Mauritania, Maroko, Senegal, dan Tunisia turut serta pula untuk memberikan kontribusi.

Belum ada pengumuman resmi tentang jumlah tentara yang terlibat dalam latihan ini. Namun, diperkirakan jumlah tentara ini lebih kecil dari pasukan Bright Star 2000 yang diselenggarakan di Mesir pada tahun 1999, yang melibatkan 73.000 tentara dari 11 negara.

Associated Press