Rudal Maut Jet Tempur F-16 TNI AU

Beberapa waktu ke belakang, kita sempat mempertanyakan, buat apa Indonesia membeli jet tempur F-16 eks USAF/National Guard, jika tidak dilengkapi dengan senjata yang mematikan. Masak dari tahun 1980-an sampai sekarang F-16 Indonesia hanya menggotong rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder ?. Dalam peperangan udara, jaman sekarang, siapa yang duluan melepaskan rudal/tembakan, maka dia kemungkinan besar yang menjadi pemenang.

Bisa saja seorang pilot tempur, sudah berhasil mendeteksi pesawat lawan, namun dia tidak bisa menembak, karena tidak terjangkau, ya percuma saja. Pengiriman rudal jarak pendek Aim-9X Sidewinder yang terbaru telah diterima Indonesia pada tahun 2015. Lagi lagi rudal jarak pendek.

Kini kondisi yang timpang itu telah berubah. Amerika Serikat telah menyetujui penjualan 36 rudal AIM-120C-7 AMRAAM, kepada Indonesia. Rudal jarak menengah AIM-120C-7, memiliki jangkauan 120 hingga 140 km, sedikit di bawah varian terbaru AIM-120D, yang memiliki jangkauan sekitar 160 km.

AIM-120C-5 AMRAAM

Rudal AIM-120C-7 besifat beyond-visual-range air-to-air missile (BVRAAM) yang mampu dioperasikan di segala kondisi cuaca. Dengan demikian pilot bisa melepaskan tembakan (fire and forget) tanpa harus mendekati sasaran.

Keberadaan rudal AIM-120C-7 di pesawat pesawat F-16 TNI AU, tentu mengubah secara drastis kemampuan tempur pilot pilot tempur Indonesia. Zona kemampuan perang F-16 TNI AU, tentu langsung meningkat. Negara tetangga, tidak bisa main main dengan pesawat F-16 TNI AU, meski speknya Block 25 ++.

Kini baik F-16 dan Su 27/30 Indonesia telah dilengkapi dengan rudal jarak menengah. Belum lagi mulai tahun 2018, ditargetkan TNI AU mulai menerima pesawat Sukhoi SU-35 berikut persenjataannya.

Ibarat bermain sepakbola, kini seluruh jet tempur Indonesia telah hidup dan siap menggebuk, siapa saja yang coba coba mengganggu.