Sukhoi Su-35 Indonesia Bersifat Mutan

Jet tempur multiperan Su-35S Angkatan Udara Rusia © Dmitriy Pichugin via Wikimedia Commons

Adanya antrean pembelian jet tempur canggih Su-35 dari beberapa negara lain, menyebabkan Indonesia harus bersabar menerima pasokan Su-35 pertamanya hingga dua tahun mendatang. Menurut narasumber izvestia.ru, sebagai produsen tunggal pesawat jet tempur Su-35, Komsomolsk-na-Amure Aircraft Production Association (KNAAPO) sedang mengalami kelebihan permintaan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Perusahaan kami saat ini telah mempertimbangkan untuk fokus hanya pada produksi jet tempur Su-35. Namun demikian, ini semua tidak akan memengaruhi antrean. Dalam lima tahun ke depan, pabrik kami memiliki kontrak untuk memproduksi 50 pesawat untuk Angkatan Udara Rusia, dan 24 unit untuk Tiongkok. Menurut perkiraan kami, Indonesia baru bisa menerima dua jet pertamanya pada 2018,” ujar sumber tersebut kepada Izvestia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebagaimana yang dikutip Izvestia, produsen KNAAPO telah menghasilkan 14 unit Su-35, beberapa unit pesawat Su-30??2 untuk Vietnam, dan pesawat Su-27 yang telah dimodernisasi pada tahun 2015.

Selain itu, terkait jangka waktu pemasokan Su-35 ke Indonesia, pihak Sukhoi menyatakan, hal tersebut juga dipengaruhi dengan fakta bahwa karakteristik teknis Su-35 yang akan dikirim harus terlebih dulu disetujui Indonesia.

“Sepertinya, nantinya Indonesia ingin memasang sistem buatan non-Rusia pada pesawatnya. Karena itu, perlu lebih banyak waktu untuk mensurvei dan menguji coba apakah sistem tersebut bisa bekerja dengan optimal,” ujar sumber di Kementerian Pertahanan Rusia kepada Izvestia.ru

Namun demikian, Indonesia dikatakan siap menunggu. Sebagaimana yang ditulis media di Indonesia, dengan membeli pesawat Su-35, Indonesia akan mendapatkan teknologi pembuatan pesawat yang sangat mirip dengan teknologi pembuatan pesawat generasi kelima.

“Indonesia bukan negara aviasi,” ujar sumber Izvestia dari industri pembangunan pesawat. “Di Indonesia ada perakitan pesawat kargo militer Spanyol CASA C-212 Aviocar (diproduksi Indonesia di bawah lisensi PT DI -red.). Selain itu, ada pula kerja sama dengan Korea Selatan untuk merancang pesawat tempur yang karakteristiknya mendekati pesawat generasi kelima.

Jika Indonesia sudah membeli jet tempur Su-35 buatan Rusia, mereka langsung bisa menjadi salah satu negara yang mempunyai teknologi canggih untuk memproduksi teknik aviasi paling modern.

Hanya Mau Su-35, Bukan yang Lain

Pada awal bulan Maret, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan, Moskow dan Jakarta secara resmi menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit jet tempur Su-35 Flanker senilai satu miliar dolar AS pada April mendatang. Kesepuluh jet tempur Rusia itu, dibelimenggantikan F-5 Tiger TNI AU yang sudah usang.

Sebelum akhirnya memutuskan membeli Su-35 Rusia, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah mengajukan dua opsi jet tempur untuk dievaluasi oleh pemerintah Indonesia, yaitu Lockheed Martin F-16V dan Su-35 Super Flanker. Pilihan jatuh pada jet tempur Su-35 buatan Rusia karena teknologinya yang diniliai sangat canggih dan secara karakteristik, pesawat ini mirip dengan pesawat Su-30MK2 milik AU Indonesia saat ini.

Pesawat Su-35 Super Flanker yang diklasifikasikan sebagai pesawat generasi ke-4++, berada tepat di bawah pesawat siluman generasi kelima. Dibandingkan dengan F-16 dan F-18, yang berbasis teknologi tahun 1970-an, Su-35 baru saja masuk dalam perbendaharaan senjata AU Rusia.

Berdasarkan informasi dari Air Force Technology, pesawat Su-35 memiliki kemampuan manuver yang tinggi (+9g) dengan sudut penyerangan yang tinggi, dan dilengkapi dengan sistem senjata canggih yang membuat pesawat ini, memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan maksimum pesawat mencapai 2.390 km/ jam atau Mach 2,25.

Karakteristik taktis penerbangan pesawat Su-35S mendekati pesawat tempur generasi kelima. Teknologi siluman diterapkan dalam pembuatan pesawat tempur ini, yaitu dengan menggunakan lapisan peredam radar dan material komposit. Kecepatan maksimum pesawat 1.400 km/jam dengan jarak penerbangan sejauh 3.600 km. Jangkauan deteksi target dalam mode “udara-ke-udara” adalah sekitar 400 km. Radar pesawat sukhoi Su-35 secara bersamaan dapat melacak hingga 30 target dan melakukan penembakan ke delapan target udara.

Indonesia.rbth

0 Shares

Tinggalkan komentar