Rusia Akan Menarik Pasukannya dari Suriah

Hari Senin (14/03) kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan pasukan Rusia untuk mulai menarik diri dari Suriah. Keputusan tersebut dikeluarkan karena mereka dianggap telah mencapai tujuan mereka.

Proses penarikan itu akan dimulai pada hari Selasa ini.

“Saya berpikir bahwa tugas yang diberikan kepada Departemen Pertahanan dan angkatan bersenjata secara keseluruhan telah mencapai tujuannya, dan saya memesan kepada menteri pertahanan untuk memulai menarik bagian utama dari faksi militer kita dari Republik Arab Suriah pada esok hari, “kata Putin.

A Russian soldier guards a jet parked at Hemeimeem air base in Syria. Russian warplanes have mostly stayed on the ground since the cease-fire began AP.
A Russian soldier guards a jet parked at Hemeimeem air base in Syria. Russian warplanes have mostly stayed on the ground since the cease-fire began AP.

Rusia telah memulai serangan udaranya pada bulan September lalu, dalam usaha mendukung pemerintah Suriah di perang sipil yang kini berusia hampir lima tahun.

Putin sudah membahas keputusan tersebut dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad melalui hubungan telepon.

Kremlin menjelaskan, “kedua pemimpin mencatat bahwa operasi yang dilakukan oleh Russia’s Aerospace Forces telah membawa hasil nyata dalam memerangi teroris di Suriah, yang menyebabkan infrastruktur mereka berada di dalam kekacauan dan kerusakan besar.”

Volunteers from Syria Civil Defence, also known as the White Helmets, help civilians after Russia carried out its first airstrikes in Syria.
Volunteers from Syria Civil Defence, also known as the White Helmets, help civilians after Russia carried out its first airstrikes in Syria.

Putin juga telah menghubungi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, terkait keputusannya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Presiden Obama menyambut baik keputusan itu demi mengurangi kekerasan yang terjadi di Suriah.

CNN

Sharing

Tinggalkan komentar