Sistem S-400 Rusia Tetap Beroperasi di Suriah

Dua fasilitas militer Rusia akan tetap berfungsi di Suriah setelah Moskow mengumumkan akan menarik sebagian besar angkatan bersenjatanya di negara yang dilanda perang itu.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa beberapa personil Rusia akan tetap ditempatkan di pangkalan udara Hmeymim di Latakia dan pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Tartus di Suriah. Mereka akan memantau proses gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan oposisi.

Sementara itu, Kepala Administrasi Kremlin, Sergei Ivanov mengatakan bahwa Rusia akan mempertahankan semua peralatan yang diperlukan untuk melindungi fasilitas di kawasan itu. Salah satunya adalah sistem pertahanan rudal S-400 yang dikerahkan di pangkalan udara Hmeymim, setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Su-24 Rusia pada akhir November 2015 lalu.

As well as aircraft, it is also able to intercept cruise missiles and other potential airborne threats.
Sistem S-400 Rusia Tetap Beroperasi di Suriah 1

Sistem S-400 Triumf merupakan sistem rudal permukaan-ke-udara paling canggih yang dimiliki oleh Rusia. S-400 Triumf mampu memukul target udara pada jarak hingga 400 kilometer.

Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada bulan September 2015 atas permintaan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Pada bulan Februari lalu, suatu kesepakatan gencatan senjata, yang ditengahi oleh Rusia dan Amerika Serikat, mulai berlaku antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi di negara itu. Negosiasi yang bertujuan untuk memfasilitasi transisi politik di Suriah terus berlangsung di Jenewa, Swiss.

Keputusan yang dibuat oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada hari Senin kemarin, menjadi sinyal positif bahwa sebagian besar tujuan militer Rusia di Suriah telah dipenuhi.

china.org

Leave a Comment