TNI AU Siap Memperkuat Patroli Udara di Laut Natuna

Pangkalan Udara (Lanud) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Riau, menyatakan siap untuk mengawal dan memperkuat patroli melalui udara di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini menyusul peristiwa intimidasi yang dilakukan oleh kapal penjaga pantai Tiongkok terhadap Kapal Patroli KKP yang berusaha menangkap KM Kway Fey 10078 asal Tiongkok, yang diduga melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Natuna, Indonesia.

“Kita sudah memiliki rencana kontigensi atau rencana tidak terduga. Namun, kita siap untuk memperkuat patroli di sana jika sudah ada perintah dari Panglima,” kata Komandan Lanud RSN, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi, Selasa (22/03).

Marsma Henri menjelaskan bahwa Lanud RSN saat ini memiliki dua skuadron F16 dan Hawk yang siap setiap saat untuk memperkuat wilayah Natuna. Namun untuk saat ini, ia mengatakan bahwa belum ada laporan terkait pelanggaran wilayah udara di Natuna.

Marsma Henri juga mengatakan bahwa intensitas gangguan di wilayah itu belum merupakan bentuk dari provokasi militer. “Kalau provokasi militer, berarti ada armada mereka yang berada di sana. Saat ini, TNI AL juga telah mengerahkan armada ke sana,” katanya.

Danlanud Marsma Henri pun menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan pemetaan secara rutin di kawasan perbatasan, terutama di Selat Malaka.

Pesawat tempur Hawk melintasi Pangkalan Lanud Ranai, Natuna, Oktober 2014. (TRIBUN/Dokumentasi Lanud)
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki rencana untuk menambah kekuatan TNI di Natuna. Salah satu langkahnya adalah dengan proyek perbaikan dan pelengkapan Pangkalan Udara Ranai, Natuna. Tujuannya, agar pesawat tempur jenis Sukhoi dan F-16 dapat mendarat di Natuna.

mediaindonesia.com