Rusia Siap Bekerjasama Dengan NATO Jika Aliansi Mau Berubah

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa Moskow siap untuk melanjutkan kerjasama dengan NATO jika aliansi itu memutuskan untuk mengubah sikap negatif saat bekerja dengan Rusia.

“Kami akan siap untuk mencairkan hubungan ini dan menjalin kerjasama dengan rekan-rekan NATO, kami mengambil keputusan yang sesuai ketika NATO mengubah sikap negatif mereka terhadap bentuk-bentuk kerjasama,” kata Lavrov.

Menurut Lavrov, Rusia tidak akan terus membangun hubungan yang beku demi melakukan kerjasama antara Rusia, Uni Eropa dan NATO, karena bagi mereka penting untuk berkoordinasi memerangi terorisme global.

“Kami akan saling memaafkan untuk mencairkan mekanisme beku yang telah dibuat jauh sebelum krisis Suriah, termasuk dalam rangka hubungan antara Rusia dan Uni Eropa, serta Dewan Rusia-NATO. Pencairan itu bertujuan untuk mencegah penyebaran terorisme, memungkinkan pertukaran informasi secara cepat, serta sebagai upaya bersama untuk mencegah penyebaran ideologi teroris di strata sosial baru,” tegas Lavrov.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan bahwa Moskow berencana untuk menyebarkan lebih dari 1.100 unit peralatan militer modern ke Distrik Militer Rusia Barat dalam menanggapi penumpukan kekuatan NATO di Eropa, dekat perbatasan barat Rusia. Peralatan itu termasuk pesawat modern, helikopter, tank, kendaraan lapis baja, alat komunikasi dan kontrol.

Sputnik News

Sharing

Tinggalkan komentar