Tanggapan : Indonesia dan Pengembangan Strategi Maritim China

Ulasan Bung Pejuang Ambalat, untuk Artikel : Indonesia dan Pengembangan Strategi Maritim China

Ijinkan saya memberikan komentar dipostingan ataupun saduran Anda terhadap suatu artikel di forum JKGR yang terhormat ini :

Kalau boleh saya menyederhanakan dala bentuk poin-poin agar lebih mudah untuk mencerna maknanya adalah sebagai berikut :

1. China sudah secara kontiniu dan konsisten melaksanakan strategi pengembangan maritimnya (13 x 5 tahunan).

2. Strategi yang diterapkannya adalah melibatkan masyarakatnya sekaligus sebagai bukti kemampuan China melindungi kepentingan masyarakatnya (nelayan).

3. Lahirnya Cost Guard China adalah merupakan buah pengembangan untuk mendukung strategi maritimnya tersebut.

4. Tujuan yang hendak dicapai china adalah blue economy, yaitu kemampuan china untuk melindungi lautnya (yang diklaim ya) untuk berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan perekonomiannya.

5. Dalam perkembangannya mereka juga menemui banyak masalah, termasuk salah satunya adalah mempersiapkan kerangka UU / hukum laut (pengaturan laut) yang nantinya akan menjadi payung hukum China untuk melanggengkan strategi maritimnya untuk menguasai laut seluas-luasnya untuk kepentingan China.

Tanggapan saya terkait hal tersebut adalah :

Tanpa mengurangi rasa nasionalisme saya, saya beranggapan bahwa strategi China sangat terkonsep dan matang. Tidak heran jika mereka terlihat yang paling siap untuk mengklaim di sana sini.

Mungkin yang perlu diperiksa dan dipelajari Indonesia adalah terkait konsistensi dan kesinambungan dalam membangun sesuatu. Ini yang tidak pernah ada sepanjang sejarah RI. Pergantian kepemimpinan sama dengan pergantian kebijakan. Tida ada kebijakan yang secara serius dijalankan. Sebenarnya, yang dilakukan China tidaklah terlalu luar biasa. RI memiliki jauh lebih banyak konsep-konsep pertahanan dan maritim yang lebih bagus. Yang membuat mereka luar biasa adalah konsistensi dan kesinambungan menjalankan blue print strateginya. 65 tahun!!!

Bagaimana dengan RI, Republik yang kita cintai bersama ini ? Dulu ada GBHN dan Repelita, yang kalau dilaksanakan secara sungguh-sungguh untuk kepentingan RI, sungguh suatu pembangunan yang luar biasa, yang terencana, dan sangat strategis.

Bagaimana dengan MEF ? Sudah sampai dimana? Dilanjutkan apa tidak? Bagaimana dengan Kogabwilhan? Sudah sejauh mana realisasinya? Atau malah layu sebelum berkembang seiring bergantinya pemangku jabatannya?

Bagaimana dengan konsep poros maritim? Apakah apabila Jokowi sudah tidak memangku jabatan, penerusnya akan dengan berbesar hati mau melanjutkan program besar yang bagus itu? Bagaimana ddengan pembangunan Natuna sebagai main military base???

Konsep-konsep yang ada itu (kelanjutan MEF, Kogabwilhan, Poros Maritim, Penguatan Natuna) asal dilaksanakan secara serius, konsisten, dan berkesinambungan, sebenarnya sudah sebagai modal dasar awal untuk membangun kekuatan kita, termasuk dalam rangka mempersiapkan diri dalam membangun daya tangkal terhadap berbagai dinamika ancaman yang berkembang di kawasan, terutama penangkal terhadap ancaman kedaulatan NKRI.

Salam…

Oleh : Pejuang Ambalat

Sharing

Tinggalkan komentar