Su-35 dan Su-34 Mengalami Masalah Akibat Pasir dan Debu Padang Pasir

Selama kampanye militer Rusia di Suriah, pesawat tempur Sukhoi family mengalami serangkaian masalah teknis ringan. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, operasi pemboman di Suriah ini melibatkan pembom tempur Su-34 dan pesawat tempur multirole Su-35S.

Malfungsi terdeteksi pada sistem kontrol penerbangan dan mesin pesawat, ungkap sumber kepada kantor berita RNS. Sumber tersebut menambahkan kerusakan itu “tidak penting” dan tidak berdampak pada jalannya kampanye pemboman.

Teknisi dari Biro Desain Sukhoi serta dua produsen pesawat Rusia berada di pangkalan udara Hmeymim, pangkalan utama dari kampanye militer.

Sumber tersebut mengatakan pemeliharaan dan rincian penggantian (sukucadang) dilakukan di pangkalan. Semua gangguan ringan dapat diatasi dalam waktu yang singkat.

Oktober lalu, Strategy Page melaporkan militer Rusia menghadapi kesulitan menjaga pesawat tempur modern dari pasir dan debu dari Timur Tengah. Kru pemeliharaan Rusia bekerja lembur untuk mengadaptasikan pesawat beroperasi dalam lingkungan yang berbeda.

Su-34 adalah salah satu jet tempur pembom paling canggih Rusia. Kampanye Suriah melibatkan enam pembom Su-34. Pengembangan pesawat tersebut dimulai pada era Soviet, dan prototipe pertama melakukan uji terbang pada tahun 1990. Pada tahun 2006 Su-34 mulai tes penerbangan dan pada tanggal 21 Maret 2014, pesawat mulai memperkuat Angkatan Bersenjata Rusia.

Memulai debut tempurnya di Suriah baru-baru ini. Su-34 dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak dekat dan jarak jauh, R-73 dan R-77. Su-34 memiliki radius tempur hampir 700 mil dengan bahan bakar internal dan mampu melakukan pengisian bahan bakar di udara.

Pesawat tempur Su-35 adalah versi upgrade dari Su-27. Pertama kali diperkenalkan kepada khalayak asing di Paris Air Show 2013.

SputnikNews

Sharing

Tinggalkan komentar