Home » Militer Indonesia » Helikopter Serang Rusia Mulai Ditarik Dari Suriah

Helikopter Serang Rusia Mulai Ditarik Dari Suriah

Tiga helikopter serang Angkatan Udara Rusia yang terdiri dari dua helikopter Mi-24 dan satu Mi-35 telah meninggalkan pangkalan udara Hmeimim di Suriah. Ketiganya diangkut menggunakan pesawat angkut berat Antonov An-124 Ruslan ke pangkalan militer asalnya di Rusia.

Heliopter tempur bersama perangkatnya dipulangkan kembali ke Rusia sesuai dengan keputusan Presiden Vladimir Putin yang menarik sebagian armada tempurnya dari pangkalan udara Hmeimim.

Bersama dengan helikopter, turut dipulangkan juga para awak dan teknisi yang bertugas merawat dan mendukung penggelaran helikopter tempur Rusia di Hmeimim, Suriah.

“Armada helikopter serang Rusia ditempatkan di lapangan terbang Hmeimim untuk mempertahankan dan melindungi pangkalan udara, mengawal pesawat yang mendarat lepas landas, serta melindungi helikopter transport Mi-8 yang membawa personil dan kargo untuk melaksanakan berbagai misi, “kata komandan skuadron helikopter Mi-24 yang juga dipulangkan ke Rusia.

Komandan tersebut menambahkan, meskipun ada penarikan sebagian peralatan dan personil, sisa pasukan dan peralatan militer yang ada cukup untuk “memukul mundur setiap serangan dan memenuhi tugas-tugas setiap saat.”

Sebelumnya, armada pesawat yang terlibat dalam misi serangan udara pada fasilitas ISIS di Suriah, terdiri dari pembom multirole Sukhoi Su-34, pembom garis depan Su-24M dan pembom jarak dekat Su-25, yang dikerahkan dari pangkalannya di Rusia, dan Rusia memulai penarikan pasukannya pada 15 Maret.

Angkatan Udara Rusia memulai serangan udara di Suriah pada fasilitas kelompok ISIS dan Jabhat al-Nusra pada 30 September 2015. Armada tempur awalnya terdiri lebih dari 50 pesawat dan helikopter, termasuk Su-24M, Su-25SM dan Su-34. Pesawat-pesawat tempur tersebut ditempatkan di pangkalan udara Hmeimim di provinsi Latakia.

Pada tanggal 7 Oktober, Moskow juga melibatkan Angkatan Lautnya melakukan operasi militer. Empat kapal rudal dari armada Caspian Flotilla menembakkan 26 rudal jelajah Kalibr (NATO menamakannya : Sizzler) di fasilitas-fasilitas militan di Suriah.

ItarTass