Home » Santoso Beri Pelatihan Militer Kepada Simpatisan ISIS Asia

Santoso Beri Pelatihan Militer Kepada Simpatisan ISIS Asia

  • Uncategorized

Jakarta – Sejumlah WNI, bahkan WN China etnik Uighur telah terindikasi bergabung dengan jaringan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di Suriah. Namun untuk bergabung dengan ISIS ini, pengikut di kawasan Asia diwajibkan menjalani tadrib (pelatihan militer) di kelompok Abu Wardah alias Santoso.

“Santoso ini sudah dipercaya oleh Al-Bhagdadi (pimpinan ISIS) untuk melatih para pengikut yang berbai’at kepada ISIS. Jadi sebelum mereka berangkat ke Suriah, mereka harus mengikuti tadrib (pelatihan militer) terlebih dahulu di Poso, dipimpin oleh Santoso,” ujar Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/3/2016).

Rudy mengatakan, sejak Santoso membai’atkan diri bergabung dengan ISIS, Al-Bhagdadi merespons ‘positif’ hal itu sehingga Santoso dipercaya untuk membangun jaringan ISIS di Indonesia. Santoso bahkan disebut-sebut menerima aliran dana dari ISIS.

“Santoso ini mendapat aliran dana dari ISIS semenjak dia membai’atkan diri kepada ISIS. Saya kurang tahu berapa dananya, yang tahu Densus. Tapi kemungkinan dana itu dikirim lewat kurir,” imbuh Rudy.

Rudy menjelaskan, Santoso berbai’at ke ISIS karena menilai ideologi ISIS sama dengan ideologinya. Tidak hanya ikon barat, namun muslim yang dinilai tidak ‘sealiran’ dengan kelompoknya dianggap sebagai thogut yang dihalalkan darahnya.

“ISIS ini mereka menganut takfiri atau mengkafirkan orang-orang yang dianggap tidak sealiran dengan mereka, bahkan muslim yang tidak sejalan dengan mereka dianggap darahnya halal. Kelompok mereka yang berbelot pun dihalalkan untuk dibunuh, mereka beda dengan Al-Qaeda,” paparnya.

Terkait banyaknya WNI yang mulai bergabung dengan ISIS di Suriah, Rudy menilai bahwa mereka tertarik karena propaganda ISIS.

“Salah satunya propaganda ekonomi seperti iming-iming kesejahteraan, uang atau penghasilan yang berlimpah, padahal tidak begitu,” pungkasnya.

Detik.com