‘Liquid Body Armor’ untuk Tentara Korea Selatan Bermasalah

Pada tahun 2007, militer Korea Selatan tergoda dengan teknologi Liquid Body Armor, sebuah terobosan teknologi pelindung tubuh yang akan menyelamatkan prajuritnya dari peluru Korea Utara. Secara teori, Liquid Body Armor eksperimen mampu menahan terjangan amunisi armor-penetrasing dari senapan serbu AK-47.

Tapi pada tahun 2011, Korea Selatan tiba-tiba menghentikan proyek Liquid armor. Ternyata baju pelindung itu belum siap, dan diduga ada kesepakatan rahasia antara pihak produsen, Samyang dan seorang pejabat di lingkungan Departemen Pertahanan yang bersekongkol memuluskan proyek baju besi untuk kebutuhan militer.

Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan “suap dan jaminan bekerja di Samyang,” ungkap Newsis pada tanggal 23 Maret dan dirangkum oleh NK News.

Kebanyakan pelindung tubuh untuk prajurit terbuat dari Kevlar, serat sintetis, dan sering dikombinasikan dengan lempengan keramik untuk perlindungan lebih kuat.

liquidarmor1e1296079731939_1

Liquid armor, terbuat dari campuran partikel silica suspended, polyethylene glycol dan dilapisi serat kevlar.
“Liquid” adalah semacam plastik lengket. Ketika peluru melesat cepat dan menabrak pelindung Liquid, lapisan silika bereaksi mengeras dan menahan amunisi yang masuk, menjadikan liquid armor tidak hanya lebih fleksibel tapi juga lebih kuat daripada Kevlar.

Kesepakatan rahasia itu disinyalir merupakan upaya Samyang untuk memonopoli pasar Liquid armor di Korea Selatan, menurut NK News. Selain korupsi, petugas pemeriksa juga menemukan fakta amunisi-penetrasing masih bisa menembus body armor selama pengujian, lapor Dewan Audit dan Inspeksi Departemen Pertahanan.

Sungguh miris, para tentara Korea Selatan berada dalam potensi konflik yang sangat besar dengan Korea Utara, dan hanya dilengkapi dengan pelindung tubuh yang rusak.

NK News menulis bahwa “Samyang akan menyediakan lebih dari 300.000 unit liquid armor yang ‘gagal’ kepada militer Korea Selatan sampai tahun 2025, dengan biaya 270 milyar Won (US$ 240 juta).

Tidak jelas apakah skandal itu menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan liquid armor yang dikembangkan negara lain, atau hanya versi tertentu yang diproduksi oleh Samyang.
Beberapa negara selama ini mengembangkan proyek liquid armor, seperti University Delaware di AS, BAE Systems Inggris dan juga Poland’s Military Institute of Armament Technology.

Tapi hingga saat ini belum ada tentara yang mengadopsinya di pertempuran sesungguhnya. Liquid armor sampai saat ini masih menghadapi masalah, liquid armor yang dikombinasikan dengan Kevlar sebenarnya … cukup berat.

Bagaimanapun bagi tentara, setiap kilogram berat yang bertambah menjadi sangat berarti.

Warisboring

Sharing

Tinggalkan komentar