Paskhas, Raider dan Marinir Dikirim ke Natuna

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu jengkel dengan situasi perbatasan Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau, yang memprihatinkan. Menteri Pertahanan mengatakan, saat berkunjung ke sana, gerbang perbatasan Natuna tidak dijaga aparat keamanan.

“Itu pintu masuk negara. Masuk kompleks perumahan saja dijaga, kok itu tidak dijaga. Sudah berapa lama seperti itu. Jadi kalau ada maling masuk, lumrah saja karena tidak dijaga,” ujar Ryamizard di Jakarta.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal buruk, Ryamizard telah memberi petunjuk khusus kepada ketiga matra TNI, baik Angkatan Darat, Udara, dan Laut.

Raider 509

Satu kompi Korps Pasukan Khas TNI AU akan ditempatkan di Natuna. Satu kompi terdiri dari 150-200 personel.

Selain itu, kekuatan Angkatan Udara di Natuna akan dilengkapi radar, penangkis udara, pesawat tempur dan drone. Namun sebelum pesawat tempur dikirim ke Natuna, pangkalan udara di sana akan diperbaiki lebih dahulu.

“Karena kalau bandara tidak layak, pesawat tempur bisa rusak pesawat,” ujar Ryamizard.

Untuk membangun kekuatan Angkatan Laut di Natuna, akan dibangun dermaga untuk kapal patroli yang dilengkapi dengan satu kompi marinir.

Marinir TNI AL

Angkatan Darat di Natuna pun akan dilengkapi satu Batalyon Raider yang merupakan salah satu pasukan elite TNI.

Natuna di pesisir barat laut Kalimantan merupakan salah satu gerbang Indonesia yang berhadapan langsung dengan wilayah sengketa, Laut China Selatan yang diperebutkan sejumlah negara tetangga Indonesia.

Baru-baru ini, Indonesia terlibat ketegangan dengan China di Natuna. Pada 19 Maret, Indonesia menduga Kapal Kway Fey 10078 yang berbendera China mencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

CNNIndonesia.com