2S9 Nona-S Mortar Sistem Segera Bergabung Dengan Pasukan Rusia

Unit 2S9 Nona-S system mortir self-propelled sedang menjalani uji coba terakhir di Perm sebelum dikirim ke salah satu divisi paratroop Rusia. Kendaraan ringan tersebut menawarkan pemandangan panorama, navigasi satelit dan sistem otomatis pengendalian tembakan.

Unit 2S9 Nona (Newest Ordnance of Ground Artillery) merupakan kendaraan amfibi yang bergerak di air dengan menggunakan dua air-jet belakang. Kendaraan tersebut menggunakan mortar 120-mm dengan panjang laras 1,8 meter dan dioperasikan oleh empat orang kru.

Kendaraan 2S9 Nona kompatibel dengan putaran rifled, yang khusus dikembangkan untuk sistem artileri itu, dan 120-mm mortar mines yang banyak digunakan pasukan militer asing.

Jangkauan maksimum tembakan dapat mencapai 8,85 kilometer dengan proyektil biasa, 12,8 kilometer dengan proyektil roket bantu, dan 7,1 kilometer dengan mines. Minimal jarak tembak adalah 1,7 km firing rounds dan 400 meter firing mines.

Kendaraan 2S9 Nona ditenagai oleh mesin diesel 5D20 kemasan 240hp dan memberikan kecepatan maksimum 60 km/jam.

Selama awal tahun 1980-an, sistem artileri Nona-S terbukti menjadi kendaraan efektif menghadapi daerah pegunungan dalam perang Soviet di Afghanistan. Dengan kemampuan manuver yang tinggi dan daya tembak yang mengesankan, kendaraan itu adalah anugerah nyata untuk pasukan payung. Kendaraan itu mampu mengenai target yang tidak dapat diakses oleh senjata biasa dan howitzer karena keterbatasan jangkauan.

Sputnik News

Tinggalkan komentar