Filipina, AS, dan Australia Gelar Latihan Militer Bersama

Pasukan Filipina, Amerika Serikat, dan Australia memulai latihan militer bersama yang diadakan sejak hari Senin (04/04) ini hingga sebelas hari mendatang. Sekitar hampir 10.000 personil terlibat dalam latihan yang telah dimulai di kota Manila itu.

Kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, memberi peringatan tentang dampak latihan tersebut. Latihan itu dianggap sebagai campur tangan “pihak luar” terhadap sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, yang telah memicu ketegangan regional.

“Sebuah negara besar dengan kepentingan vital di Asia. Amerika Serikat pertama-tama harus memperjelas target dari strategi Poros Asia yang sejauh ini telah tampil sebagai inkonsistensi yang tidak bermoral antara tindakan dengan kata-kata cinta damai,” kata Xinhua.

Tiongkok telah mengklaim sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan, meski mendapat pertentangan dari Brunei, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan Filipina. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah membangun infrastrukur utama di Laut Cina Selatan. Termasuk pembangunan sistem radar dan lapangan terbang di atas pulau karang yang telah direklamasi.

Philippine and US soldiers march with their national flags during the opening ceremony of the joint 11-day Balikatan (Shoulder-to-Shoulder) military exercise in Manila on April 4, 2016 ©Ted Aljibe (AFP)
Amerika Serikat tidak mengambil sisi dalam sengketa teritorial, tetapi menegaskan pentingnya menjaga laut dan rute udara terbuka. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah mengirim jet pengebom dan kapal perang ke Laut Cina Selatan.

Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat di Pasifik, Letnan Jenderal John Toolan, mengatakan bahwa latihan militer gabungan itu akan membantu sekutu meningkatkan keamanan maritim dan menjaga stabilitas regional.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ashton Carter, dijadwalkan akan datang ke Manila pada pekan depan. Ia datang untuk mengamati pergerakan pasukan dalam latihan yang melibatkan penembakan artileri berpeluru tajam itu. Ia juga dijadwalkan akan mengunjungi kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang terlibat latihan.

Saat ini, Filipina tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah bagi pasukan Amerika Serikat, sebagai bentuk penegasan rencana Presiden Obama terkait pengaruh Amerika Serikat di Pasifik.

Kompas.com