Indonesia Masih Butuh Kapal Selam Lagi

Indonesia ingin meningkatkan kekuatan bawah lautnya dengan rencana akuisisi beberapa kapal selam baru dan mengembangkan pangkalannya untuk melindungi wilayah lautnya yang luas dan memperkuat sistem pertahanan di daerah perbatasan.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan pada hari Selasa, Indonesia membutuhkan setidaknya 12 kapal selam, dan kapal selam tersebut harus ditempatkan di beberapa pangkalan yang berbeda di seluruh negeri.

Sebelum mengembangkan pangkalan kapal selam baru, Ade menyatakan Angkatan Laut harus melakukan beberapa survei untuk menilai daerah-daerah yang berpotensi. Area yang dipilih nantinya harus memiliki infrastruktur pendukung fasilitas pertahanan.

Indonesia sebentar lagi mendapatkan dua kapal selam Chang Bogo class dari Korea Selatan. Dua kapal selam tersebut hampir rampung pengerjaannya dan diharapkan akan diserahkan pada akhir tahun ini. Sementara itu, kapal selam ketiga akan dibangun di Indonesia dengan dukungan penuh dari Korea Selatan.

Sebagai bagian dari program pembangunan kekuatan jangka menengah, Angkatan Laut masih mengkaji kapal selam baru dari tiga negara yakni Kilo class dari Rusia, Chang Bogo tambahan dari Korea Selatan dan yang ketiga kapal selam dari Jerman.

Akuisisi kapal selam baru ini adalah bagian dari rencana strategis 2015-2019. Indonesia saat ini mengoperasikan dua kapal selam buatan Jerman, yakni KRI Cakra (401) dan KRI Nenggala (402) yang dibangun pada tahun 1980-an. Kedua kapal selam tersebut dijadwalkan akan dipensiunkan pada tahun 2020.

PressReader

Sharing

Tinggalkan komentar