Home » Militer Indonesia » Menhan Siapkan Penempatan Kapal Selam di Natuna

Menhan Siapkan Penempatan Kapal Selam di Natuna

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan keinginannya agar TNI Angkatan Laut menempatkan kapal selam di setiap Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Hal tersebut seharusnya dapat terwujud jika kapal selam yang dipesan TNI AL dan Kementerian Pertahanan telah datang dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Kami tidak ingin kapal selam terpusat di Surabaya. Kalau setahun atau dua tahun lagi TNI AL punya kapal selam baru, setiap alur laut akan kami taruh kapal selam,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Salah satu kawasan yang menurut Ryamizard membutuhkan kesiagaan kapal selam yakni perairan Natuna di Kepulauan Riau. Akan tetapi, menurut Ryamizard, wacana kapal selam di Natuna tidak berkaitan dengan potensi konflik di Laut China Selatan.

“Tidak ada hubungannya. Kami berhubungan baik dengan semua negara,” ujarnya.

ALKI adalah alur laut merupakan jalur pelayaran dan penerbangan damai yang ditetapkan oleh konvensi hukum laut internasional.

Alur Laut Indonesia menuntut agar lalu lintas pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara tanpa terganggu ruang udara dan perairan Indonesia.

ALKI terdiri dari tiga bagian. ALKI I terhubung dari Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa dan Selat Sunda.

Jalur ALKI II adalah Laut Sulawesi, Selat Makassar, Selat Lombok dan Laut Flores. Sementara ALKI III menghubungkan Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu.

Hingga kini, TNI AL baru mempunyai dua kapal selam, yakni KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402.

Belakangan, Kementerian Pertahanan memesan tiga kapal selam jenis Changbogo dengan mekanisme alih teknologi. Dua kapal selam akan diproduksi di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, K0rea Selatan.

Satu kapal selam sisanya, dibuat industri galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia.

Satu dari tiga kapal selam Changbogo, Maret lalu, telah selesai diproduksi dan diluncurkan dari Dermaga Okpo, Korea Selatan. Kapal selam nomor lambung H.7712 itu dibangun tahun 2013 silam.

Sumber : CNN Indonesia