23 Orang Tewas Akibat Serangan Bom Kimia ISIS di Suriah

Damaskus – Teroris ISIS dilaporkan melancarkan serangan kimia di kota Aleppo, Suriah yang menyebabkan 23 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.

Televisi Rusia, RT yang mengutip jurnalis Kurdi setempat, melaporkan, serangan itu dilakukan Kamis (7/4/2016) siang dan menyebabkan para korban sesak napas.

“Serangan dilakukan antara pukul 11.30 dan 12.00 waktu setempat. Gas dari serangan ini menyebabkan sesak napas dan rasa tidak enak bagi mereka yang terkena. Ini mengindikasikan bahan beracun digunakan dalam serangan tersebut,” ujar jurnalis setempat Nawrouz Uthman, yang dilansir Press TV, Jumat (8/4/2016).

Serangan itu menargetkan para anggota kelompok militan Kurdi, Kurdish People’s Protection Units (YPG).

Rekaman video yang diposting memperlihatkan gas kuning menyelimuti kawasan Sheikh Maqsood di Aleppo, yang berlokasi sekitar 355 kilometer utara Damaskus, ibukota Suriah.

Walaat Mamu, dokter yang bekerja di rumah sakit setempat mengatakan, beberapa korban dibawa ke rumah sakit dengan gejala mati lemas usai serangan.

“Para korban kebanyakan datang dengan gejala mati lemas akibat serangan atas Sheikh Maqsood dengan gas beracun. Belum dipastikan bahan beracun apa yang digunakan dalam serangan itu. Namun, gejala-gejala yang diperlihatkan para korban diyakini bahwa mereka keracunan akibat gas-gas beracun terlarang,” kata dokter tersebut.

Sebelumnya Agustus 2013, ratusan orang tewas akibat serangan kimia di Ghouta, pinggiran Damaskus. Menurut media setempat, roket yang digunakan dalam serangan itu mengandung gas sarin.

Organisasi Masyarakat Medis Suriah-Amerika, mencatat kelompok ISIS telah melakukan lebih dari 160 serangan yang melibatkan gas-gas beracun seperti sarin, klorin dan gas mustard, sejak pecahnya konflik Suriah pada tahun 2011. Setidaknya 1.491 orang tewas dalam serangan-serangan kimia tersebut.

Sumber : Detik.com

Tinggalkan komentar