Home » Militer Indonesia » Sandera Abu Sayyaf yang Baru Dilepas, Masuk Rumah Sakit

Sandera Abu Sayyaf yang Baru Dilepas, Masuk Rumah Sakit

Zamboanga City – Lelah dan kurus, mantan Pendeta Italia Rolando del Torchio yang baru dibebaskan Abu Sayyaf meminta rokok untuk membuatnya tenang dan dia mengatakan ingin menyingkirkan pengalamannya selama diculik oleh kelompok Abu Sayyaf, ujar pejabat militer.

Del Torchio tiba Sabtu pagi 09/4/2016 di rumah sakit, setelah naik kapal Angkatan Laut Filipina, Multi-Purpose Attack Craft (MPAC) dari Jolo tempat dia dibebaskan, Jumat malam oleh para penculiknya Abu Sayyaf, setelah pembayaran uang tebusan 29 juta Peso.

Mantan Pendeta yang menjadi pemilik restoran ini, dikawal oleh personil Anti-Kidnapping Group (AKG), dibawa ke Rumah Sakit Umum Navarro Camp (CNGH) di Komando Mindanao Barat (Westmincom) saekitar 07:00 untuk medical check-up.

Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara Komando Mindanao Barat, Westmincom, bertutur para dokter militer menyatakan tawanan dibebaskan dalam kondisi stabil tetapi telah kehilangan berat badan dan lelah.

“Dia mengatakan dia lelah dan dia ingin beristirahat. Dia ingin membuang pengalaman buruk, “kata Mayor Tan ketika meminta Del Torchio untuk wawancara dengan media.

Menurut Mayor Tan, Del Torchio mengatakan ia senang bisa bebas dan ingin melihat keluarganya.

“Dia meminta rokok untuk menenangkan diri. Mungkin dia tidak memilikinya untuk waktu yang begitu lama saat di penangkaran”, ujar Mayor Tan menambahkan.

Setelah medical check-up, Del Torchio diserahkan ke pihak custody  AKG yang menemaninya pergi ke Manila dengan pesawat pribadi.

Pejabat militer mengidentifikasi kelompok Abu Sayyaf bertanggung jawab untuk penangkaran Del Torchio ini.

Mayor Tan menolak untuk memberikan rincian operasional lainnya tentang pembebasan Del Torchio yang mana militer telah melakukan operasi sebelumnya.

Dia juga tidak bisa memberikan informasi mengenai bagaimana korban dibebaskan dan tidak bisa mengkonfirmasi apakah ada uang tebusan yang dibayar atau tidak.

“Itu akan dijawab oleh Anti-Kidnapping Group (AKG). Peran AFP adalah untuk memfasilitasi transfer yang aman dari korban. AFP benar-benar mematuhi kebijakan tidak ada uang tebusan”, ujar Mayor Tan.

Tapi sumber di lapangan mengungkapkan bahwa kelompok Abu Sayyaf menuntut 30 juta Peso tetapi hanya 29 juta Peso yang diberikan untuk pembebasan korban.

Mayor Tan juga menjelaskan bahwa pencarian datang setelah AKG melaporkan tentang pembebasan Del Torchio yang meminta pihak berwenang untuk melakukan pencarian.

“Mereka menemukan Fr. Del Torchio sendirian di kapal M/V Beatrice,” kata Mayor Tan.

Mayor Tan mengungkapkan bahwa penculikan untuk uang tebusan oleh kelompok (KFRG) yang beroperasi di Kota Zamboanga bertanggung jawab atas penculikan Del Torchio.

Del Torchio diculik 7 Oktober 2015 di dalam rumah pizza di Kota Dipolog oleh kelompok KFRG Muloc, di bawah Julmin Muloc alias Kumander Red Eye. Mantan pendeta Italia itu kemudian diserahkan kepada kelompok Abu Sayyaf di bawah sub-pemimpin Iddang Susukan.

Sementara itu, Mayor Tan mengatakan belum ada laporan tentang korban penculikan lainnya, termasuk John Ridsdel dan Robert Hall dari Kanada, Kjartan Sekkingstad dari Norwegia dan lainnya.

Pejabat militer mengatakan Westmincom terus melakukan operasi militer yang difokuskan untuk pemulihan keamanan dari para korban.

“Semakin banyak pasukan kita sekarang sedang mengintensifkan operasi untuk melepas korban penculikan,” ujar Mayor Tan.

Pejabat militer mengatakan mereka tidak terganggu oleh batas waktu Jumat yang dikenakan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap keselamatan para korban penculikan yang diambil dari Samal Island, Provinsi Davao.

“Batas waktu yang ditetapkan oleh Abu Sayyaf adalah batas waktu mereka, itu bukan milik kita. Dari awal kita tidak melihat batas waktu sebagai akhir dari operasi”, katanya.

Sumber : Philstar.com