Home » Militer Indonesia » TNI di Tarakan Cermati Ambush Abu Sayyaf ke Militer Filipina

TNI di Tarakan Cermati Ambush Abu Sayyaf ke Militer Filipina

Tarakan – Operasi militer Filipina terhadap kelompok separatis Abu Sayyaf yang menewaskan 18 tentara, telah terdengar oleh TNI. Kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pasukan TNI, yang saat ini bersiaga di Tarakan, Kalimantan Utara.

Hal ini diungkapkan Kepala Penerangan Komando Daerah Militer VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Andi Gunawan. Menurutnya, pasukan tentara Indonesia tidak boleh lengah dalam menjalankan operasi yang akan berdampak fatal.

“Kami memantau kejadian di Filipina. Ini menjadi pembelajaran dan referensi baru. Kelengahan dalam operasi tabu bagi kita,” kata Kolonel Andi.

Saat ini Kolonel Andi berada di Tarakan bersama sejumlah pasukan elite TNI yang sedang berlatih. Dia mengabarkan kondisi pasukan saat ini masih bersemangat dan bugar, untuk terus menjalankan porsi latihan bagi unit masing-masing. Di Tarakan ratusan pasukan elite tiga matra TNI, menjalankan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).

Menurut Kolonel Andi, sesama tentara tentu memiliki misi yang sama dalam perang. Setiap kegagalan dan keberhasilan dalam operasi perang suatu negara, akan menjadi perhatian.

“Itu menjadi bahan untuk pembelajaran menyusun skenario serangan. Intinya mengantisipasi jangan sampai dijadikan sasaran empuk,” ujarnya.

Kejadian miris tentara Filipina, menurut kolonel Andi, membuat pasukan TNI di Tarakan tetap siaga. Tentara Indonesia di Tarakan terus meningkatkan kemampuan.

Berkaitan dengan penyanderaan 10 WNI, awak kapal Anand 12 oleh pasukan Abu Sayyaf, Kolonel Andi Gunawan menyatakan hal itu menjadi wewenang pemerintah. Tentara di Tarakan tetap menjalankan tugas berlatih dan selalu siap jika memang diperlukan.

“Semua dalam kondisi status siaga operasi, pergerakan lanjutan, menungu perintah Panglima Komando Operasi PPRC,” ujarnya.

Soal peristiwa yang mengakibatkan 18 tentara Filipina tewas dan sekitar 50 tentara terluka, Kolonel Andi mengucapkan belasungkawa. “Sesama tentara kami mengucapkan belasungkawa dengan kejadian itu. Diharapkan jangan sampai ke depannya berkorban sia-sia, kita harus mengukir sejarah yang gemilang bagi negara,” ujar Kolonel Andi.

Sumber : Tempo.co