Home » Malaysia Beli Kapal Indonesia Buatan Batam

Malaysia Beli Kapal Indonesia Buatan Batam

  • Uncategorized

Padang – Pengelola Pelabuhan Kuantan, Malaysia, membeli dua unit kapal tunda khusus kawasan pelabuhan, dari galangan kapal di Batam, Kepulauan Riau.

Pembelian ini menunjukkan galangan kapal di Batam telah mulai bergeliat lagi dan dipercaya pasar asing.

Manajer Utama PT Citra Shipyard, Edy Abi, mengatakan dua kapal itu ditargetkan selesai dibuat 12 bulan mendatang.

“Untuk tahun 2016, ini merupakan kontrak kedua kami,” ujarnya kepada Kompas, Selasa (12/4/2016).

Kontrak 40 juta ringgit atau Rp 132 miliar ini, bukan transaksi pertama antara PT Citra Shipyard dengan Kuantan Port Consortium (KPC). Sebelumnya, KPC telah beberapa kali memperbaiki kapal-kapalnya di galangan kapal di kawasan Sagulung, Batam.

Selain karena telah berpengalaman kerja sama, KPC tertarik memesan kapal ke PT CS karena galangan ini menawarkan waktu pengerjaan 12 bulan. Sementara galangan lain menawarkan 15 bulan.

KPC merupakan pemesan kedua untuk tahun 2016. Sebelumnya, PT CS menggarap dua kapal kenavigasian kelas I pesanan Kementerian Perhubungan.

“Pesanan Kuantan merupakan pesanan pasar internasional pertama untuk tahun 2016. Tahun-tahun sebelumnya, kami pernah mendapat pesanan antara lain dari Perancis dan Korea Selatan. Mudah-mudahan pesanan ini menunjukkan industri perkapalan Batam kembali bergairah,” ujarnya.

Untuk berbagai kontrak tahun ini, target penyelesaian pada pertengahan tahun 2017. Pesanan KPC selesai lebih dahulu, selanjutnya baru kapal Kementerian Perhubungan.

Kapal pesanan Kementerian Perhubungan memang lebih besar. Panjang masing-masing dari dua kapal kenavigasian tersebut 60 meter dan kontraknya bernilai Rp 233 miliar. Seluruhnya ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2017.

PT CS juga sedang menyelesaikan pesanan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dan Badan SAR Nasional.

“Kami juga masih melayani perawatan berbagai kapal,” ujarnya.

Pihak perusahaan optimistis, ke depan semakin banyak pesanan dari pemerintah, BUMN, dan swasta seperti dijanjikan Presiden Jokowi.

Presiden menilai, kemampuan galangan kapal di Indonesia tak kalah dibandingkan produk di luar negeri. Batam menjadi sorotan karena 114 dari 250 galangan kapal Indonesia, kini berada di provinsi Batam. Sisanya terbesar di berbagai kota/kabupaten lain di Indonesia.

Batam juga terbukti bisa membuat aneka jenis kapal, tongkang, dan anjungan lepas pantai.

“Kami pernah melayani pembuatan kapal SAR versi terbaru. Kapal-kapal patroli pesanan pemerintah dan aneka kapal pesanan berbagai perusahaan telah kami buat,” papar Abi.

Pemerintah akan mendorong pemenuhan kebutuhan kapal dalam negeri diprioritaskan dari 250 galangan di Indonesia. Batam berpeluang mendapat pesanan terbanyak, karena mayoritas galangan kapal Indonesia berada di Batam.

“Penggunaan produk perkapalan dalam negeri bagian dari langkah pemerintah untuk menggerakan perekonomian. Industri perkapalan salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan Indonesia membutuhkan lapangan kerja amat banyak,” tutup Abi.

Sumber: Kompas.com