Amerika Serikat Tembakan Rudal Jarak Jauh di Sekitar Laut Cina Selatan

Glowing projectiles yang diluncurkan dari sistem rudal jarak jauh Amerika Serikat menerangi langit Filipina, dalam latihan perang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aliansi militer menghadapi Tiongkok.

High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) merupakan persenjataan utama dalam latihan serangan yang diikuti oleh 5.500 tentara Amerika Serikat dan Filipina itu.

Philippines' Defense Secretary Voltaire Gazmin (left, wearing cap) walks past a M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) of the US marines after a live fire exercise. (AFP)
Philippines’ Defense Secretary Voltaire Gazmin (left, wearing cap) walks past a M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) of the US marines after a live fire exercise. (AFP)

US Marine Cobra attack helicopters dan Philippine S211 jets juga turut serta dalam latihan Crow Valley. Latihan itu merupakan aksi tentara Filipina dan Amerika Serikat untuk menangkap musuh imajiner.

Latihan dilakukan dalam bayang-bayang sengketa antara Amerika Serikat dengan Tiongkok di wilayah Laut Cina Selatan.

Tiongkok mengklaim sebagian besar perairan Laut Cina Selatan, satu wilayah yang mengalami tumpang tindih klaim dari berbagai negara.

US Marines are seen following the firing of High Mobility Artillery Rocket System (HIMARs) during joint military exercises at Crow Valley in the town of Capas, Tarlac province, Philippines, on 14 April 2016. (EPA)
US Marines are seen following the firing of High Mobility Artillery Rocket System (HIMARs) during joint military exercises at Crow Valley in the town of Capas, Tarlac province, Philippines, on 14 April 2016. (EPA)

Meskipun Amerika Serikat tidak mengambil sikap atas berbagai klaim tersebut, namun pihaknya menentang upaya Tiongkok yang telah membangun satu pulau di wilayah tersebut.

Filipina telah meningkatkan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat untuk membantu meningkatkan kemampuan mempertahankan wilayahnya. Filipina memberikan izin bagi Amerika Serikat untuk menempatkan pasukannya di lima pangkalan Filipina.

South China Morning Post

Sharing

Tinggalkan komentar