Amerika Serikat Prihatin Rusia Kirim Peralatan Militer ke Suriah

Amerika Serikat mengaku prihatin dengan laporan yang menyebutkan bahwa Rusia memindahkan peralatan militernya ke Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad, sementara pejabat tertinggi NATO menyatakan gencatan senjata masih merupakan kesempatan terbaik untuk mengupayakan solusi damai.

“Rusia tidak boleh mengerahkan peralatan atau personel militer tambahan ke Suriah. Kami yakin bahwa upaya-upaya terbaik kita adalah berfokus pada mendukung proses diplomatik,” kata deputi penasihat keamanan nasional Amerika bagi Presiden Barack Obama, Ben Rhodes.

Laporan sejumlah media di Amerika Serikat menunjukkan bahwa artileri Rusia telah bergerak ke Suriah, beberapa minggu setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan penarikan sebagian militernya di sana. Para pejabat pertahanan dan intelijen Amerika menjelaskan bahwa Rusia terus menerus meningkatkan keberadaannya di sekitar kota penting di Suriah Utara, Aleppo

AS khawatir Rusia memindahkan artilerinya ke Aleppo. (Istimewa)
Sebelumnya, Rusia mengatakan bahwa intervensi di Suriah terutama terdiri dari serangan udara dan roket. Kehadiran tentara Rusia di lapangan dikatakan sebagai kru pencari dan penyelamat awak pesawat jatuh, spesialis anti ranjau, dan penasihat.

Gencatan senjata antara pasukan propemerintah dan pejuang oposisi mulai berlaku pada akhir Februari, dan dianggap mampu mengurangi pertempuran di Suriah. Tetapi kedua pihak telah melaporkan sejumlah pelanggaran, termasuk meningkatnya pertempuran dalam beberapa pekan belakangan.

Sindo News dan VOA Indonesia