Home » Alutsita Canggih » China Berjanji Meningkatkan Kerjasama Keamanan Dengan Indonesia

China Berjanji Meningkatkan Kerjasama Keamanan Dengan Indonesia

Perdana Menteri China Li Keqiang berjabat tangan dengan Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia di Beijing ibukota Cina, 27 April 2016. Keduanya berjanji untuk memajukan kerjasama bidang politik dan keamanan, pertahanan, anti terorisme, penegakan hukum, pengawasan obat dan Internet.

“China bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan pertukaran multi-level dan meningkatkan politik saling percaya,” kata Li saat bertemu dengan Menteri Luhut Panjaitan.

Luhut menghadiri pertemuan dialog bilateral kelima dengan Perdana Menteri pada hari Selasa.

Li sangat positif membicarakan perkembangan hubungan China dan Indonesia, mengatakan kedua negara dapat berbagi kepentingan bersama, dan berpotensi mengembangkan kerjasama yang lebih besar lagi.

“Hubungan yang stabil pada kedua negara tidak hanya berdampak signifikan pada kedua negara dan hubungan China-ASEAN, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal perdamaian dan stabilitas di kawasan serta kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi di Asia,” kata Li.

Li juga menyerukan kerja sama yang lebih pragmatis yang menguntungkan kedua belah pihak dengan cara win-win solution.

Luhut mengatakan Indonesia memandang China sebagai mitra kerjasama yang paling penting, dan berkeinginan untuk meningkatkan pertukaran, komunikasi dan koordinasi antara kedua negara.

Menkopolhukam menyatakan ada banyak ruang untuk meningkatkan kerjasama dan pertukaran di bidang-bidang seperti keamanan dan perikanan. Luhut juga mempersilakan investasi China yang lebih banyak lagi di Indonesia.

Meng Jianzhu, Ketua Komisi Urusan Politik dan Hukum Komite Partai Komunis Cina juga bertemu dengan Luhut pada hari Rabu.

Kedua belah pihak berjanji untuk meningkatkan kerjasama kontra-terorisme, keamanan cyber, kejahatan lintas batas dan penegakan hukum, yang akan menjaga stabilitas dan keamanan kedua negara dan wilayah yang lebih luas.

Xinhua