Kunjungi Korea Selatan, Presiden Jokowi Bahas Kelanjutan Kapal Selam Indonesia

Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada tanggal 15—18 Mei 2016. Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI, Edi Yusup, menjelaskan bahwa dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Park Geun Hye akan membahas sejumlah isu. Salah satunya adalah kelanjutan pemesanan kapal selam buatan Korea Selatan yang akan membantu pertahanan perairan Indonesia.

“Kemungkinan akan ada pembahasan kelanjutan. Kapal selam pertama sudah selesai dan yang kedua selesai tahun 2017 serta ketiga tahun 2018. Keduanya akan dibangun (dirakit) di Indonesia. Kita juga ingin meningkatkan pelatihan insinyur kita untuk belajar di sana (Korea Selatan),” ujar Edi.

Pada bulan Maret lalu, kapal selam pertama buatan Korea Selatan yang menjadi pesanan Indonesia telah menjalani uji coba laut di perairan Korea Selatan dan dijadwalkan dikirim ke Indonesia pada bulan Maret 2017.

Sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh DSME Type 209 Indonesia, memiliki bobot 1400 ton, memiliki kecepatan tertinggi 21 knot dan jangkauan operasi maksimum sekitar 10.000 n mil pada kecepatan 10 knot saat muncul ke permukaan. Kapal selam itu telah dirancang untuk berbagai misi, termasuk perang anti-permukaan (ASuW), peperangan anti-kapal selam (ASW), penyebaran ranjau, dan operasi pasukan khusus.

Proses pembuatannya telah dimulai sejak tahun 2013 di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Okpo, Korea Selatan. Sesuai kontrak yang ada, pembangunan kapal selam pertama dan kedua dilaksanakan di galangan kapal DSME. Sementara, untuk pembangunan kapal selam ketiga akan dilaksanakan di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan proses Transfer of Technology (ToT).

vivanews.com

Tinggalkan komentar