Mengapa Senjata Pindad Mulai Dilirik Dunia ?

Partisipasi Indonesia Pada Sofex 2016. Panglima Tentara Kuwait Letnan Jenderal Mohammad Khaled Al-Kheder (kedua kanan) berbincang dengan Dubes RI untuk Yordania Teguh Wardoyo (kanan) dan Direktur Komersial PT Pindad Widjayanto (ketiga kiri) saat acara The Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX) 2016 di Amman, Yordania, Selasa (10/5/2016). Industri strategis Indonesia ikut berpartisipasi diwakili oleh PT Pindad. (ANTARA FOTO/Nico Adam/16)

Petinggi dari Jordania juga tertarik dengan senjata Pindad dan mencobanya langsung di hari Rabu, 12/05/2016. Sejumlah militer dari negara Eropa Timur juga menunjukkan ketertarikannya terhadap senjata Pindad.

Tentara Indonesia yang berulang kali menyabet juara umum dalam lomba tembak internasional, lama-lama semakin diperhatikan militer negara lain. Satu per satu, perwakilan negara itu mulai berkunjung ke Pindad untuk melihat proses produksi, sekaligus menjajalnya. Indonesia terus menerus juara umum menembak militer di sejumlah ajang internasional. Mereka pun mulai bertanya tanya, senjata apa yang dipakai. Senjata Pindad. Di sinilah, gayung bersambut, ketika skill dan kualitas bersatu, menghasilkan produk yang bagus.

SS2 V7 Pindad (Foto : Ijal Lubis – NKRI.web.id)

Perjuangan Pindad untuk menghasilkan senjata yang berkualitas cukup panjang. Pada awalnya Pindad tertatih-tatih. Laras senjata mereka lumer, ketika ditembakkan secara deras. Sehingga saat itu jika TNI berlatih menggunakan senjata mesin buatan Pindad, mereka harus membawa laras senjata cadangan.

Pengetahuan metalurgi Pindad berkembang. Hal ini dibantu oleh TNI yang mau menggunakan senjata Pindad, meskipun kala itu produknya, belum seprima FN FNC Belgia.

Kini PT Pindad sudah berkembang dan sedang mencoba peruntungannya di dunia internasional.