Menhan Tingkatkan Kekuatan Pertahanan di Natuna

Wilayah terdepan maupun wilayah perbatasan Indonesia menjadi daerah rawan pelanggaran kapal-kapal asing. Tak jarang, kapal nelayan asing melakukan pencurian ikan di perairan perbatasan yang berada di wilayah kedaulatan Indonesia. Salah satu wilayah yang dianggap rawan pencurian kekayaan laut adalah perairan Natuna.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku maklum di wilayah Natuna pelanggaran kerap terjadi, salah satunya adalah karena pengamanan yang kurang dari pemerintah.

“Itu (ibaratnya) adalah pintu depan rumah kita, kalau orang teriak maling ya terang saja maling, orang tidak dijaga, jadi kita intropeksi dulu,” ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat (13/05).

Menhan menjelaskan bahwa jumlah personel TNI yang ditempatkan di wilayah Natuna akan ditingkatkan untuk mengamankan wilayah perbatasan tersebut. Menurutnya, lebih dari seribu personel TNI akan disiapkan, yang terdiri dari satu kompi Marinir, satu kompi Paskhas dan satu batalyon dari Angkatan Darat.

Tak hanya pasukan, tiga unit Fregat serta satu unit kapal patroli cepat Sea Rider juga akan ditempatkan di wilayah Natuna. Landasan Udara di pulau Natuna pun akan dibenahi agar pesawat TNI AU dapat ditempatkan. Radar produksi terbaru serta satu unit drone juga akan ditempatkan di Natuna untuk meningkatkan kemampuan pemantauan di wilayah tersebut.

Ryamizard mengaku bahwa anggaran sebesar Rp 500—600 miliar telah disiapkan untuk meningkatkan pertahanan di Natuna. Saat ini, proses peningkatan pertahanan tersebut sudah berlangsung secara bertahap.

Tribunnews