NASAMS, Sistem Rudal Incaran Paskhas TNI AU

Pada masa keemasan AURI tahun 1960-an, Jakarta dijaga ring situs rudal SAM (Surface to Air Missile) SA-2 Gainful yang terpasang di Cilodong- Bogor, Tangerang, dan Cilincing, Jakarta. Soal reputasi, SA-2 battle proven menggasak pilot pesawat mata-mata U-2 Amerika Serikat, Francis Gary Powers. Pasca bubarnya Orde Lama, satu per satu SA-2 dipreteli dan jadi penghuni museum. TNI AU tidak boleh lagi punya rudal, fungsi Hanud diserahkan ke TNI AD.

Sesuai doktrin kedalaman pertahanan (defence in depth), pertahanan udara diterapkan berlapis. Pertahanan udara di garis terluar (lebih 100 km) dipegang pesawat tempur sergap, sementara antara 100 km sampai dengan batasan 18 km ada peluru kendali jarak sedang. Selama 50 tahun TNI dan TNI AU tidak punya peluru kendali jarak sedang tersebut.

Sehubungan dengan akan dibentuknya struktur pengamanan ibukota yang baru, maka masing-masing Angkatan akan menyumbangkan kekuatannya. Paskhas akan kebagian jatah peluru kendali jarak menengah untuk Detasemen Pertahanan Udara Pam Ibukota. Salah satu incaran Paskhas adalah NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile).

Rudal Nasams

Sistem NASAMS terdiri dari kendaraan peluncur, kendaraan posko / FDC (Fire Distribution Center) dan sistem radar 3 dimensi serta penjejak optik yang didesain modular dan bisa digelar kemanapun dengan pesawat C-130 Hercules. Seluruh sistem dapat didesain untuk diluncurkan dari platform bergerak yakni truk 5 ton, sehingga dapat diamankan dari ancaman lawan.

Yang hebat dari NASAMS, rudal yang dipilih bisa modular. Untuk jarak pendek ada AIM-9 Sidewinder seri P4, L atau X. Untuk jarak menengah ada AIM-7 Sparrow, dan untuk jarak jauh ada AIM-120C/D AMRAAM dengan jangkauan 120 km.

AMRAAM yang digunakan adalah minimal varian AIM-120C7 yang bisa dual mode (udara dan darat). Dua dari tiga rudal ini sudah dan akan dimiliki oleh TNI AU, sehingga urusan logistik amunisi akan jauh lebih mudah. Apakah NASAMS memang akan dibeli TNI AU? Kita ikuti terus perkembangannya.

Sumber : Angkasa.co.id 10 Mei 2016