Home » Alutsita Canggih » Giliran Admiral Kuznetsov yang Ikut Ambil Bagian di Suriah

Giliran Admiral Kuznetsov yang Ikut Ambil Bagian di Suriah

Rusia telah menarik sebagian besar pesawat tempurnya dari Suriah dan sepakat dengan Washington untuk mengadakan gencatan senjata di Suriah. Namun, Moskow mungkin harus mengirimkan kembali armada pesawat tempurnya ke medan perang Suriah sejak Washington terus memasok senjata ke kelompok militan di Suriah, tulis sebuah artikel analisis urusan luar negeri di website Voltaire Network.

Rusia mungkin harus mengkonfigurasi ulang gugus tugas udaranya dan menyebarkan dengan menggunakan pangkalan terapung diatas kapal induk Admiral Kuznetsov di Suriah, tulis Voltaire Network. penyebaran pesawat tempur itu kemungkinan dapat dilakukan pada bulan Juli.

Pada 27 Februari lalu Rusia menarik keluar 46 pesawat tempur yang bertugas di Suriah, termasuk Su-24, Su-25, Su-30, dan pembom Su-34. Pesawat tempur tersebut sebelumnya ditempatkan di pangkalan udara Hmeymim.

“Pada saat yang sama, Washington terus mengirimkan persenjataan canggih untuk militan di Suriah. Akibatnya, setelah Palmyra berhasil dibebaskan Tentara Suriah, mereka tidak bisa melanjutkan serangannya ke ibukota ISIS di Raqqa dan Deir ez-Zor,” tulis ahli militer Valentin Vasilescu.

Dalam sebulan terakhir Angkatan Udara Suriah kehilangan tiga jet tempur akibat ditembak jatuh militan dari darat. Saat ini, Angkatan Udara Suriah tidak dapat memberikan dukungan yang cukup untuk pergerakan Angkatan Darat Suriah. Selain itu, serangan udara Rusia telah dibatasi sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan penarikan sebagian kekuatan dari Suriah.

“Satu-satunya solusi untuk membantu melanjutkan ofensif anti-teroris adalah mengerahkan Admiral Kuznetsov ke pantai Suriah,” tulisnya. Sebelumnya, skenario seperti ini pernah disuarakan oleh analis politik Perancis Alain Rodier.

“Bahkan, Vladimir Putin tampaknya tidak siap untuk meninggalkan Suriah tanpa kehadiran militer Rusia. Rumor yang terjadi sekitar musim panas nanti Rusia mungkin akan mengirim kapal induknya, Laksamana Kuznetsov ke Suriah, “kata Rodier Atlantico.

Saat ini, sayap udara kapal induk Rusia terdiri dari pesawat tempur Su-33 dan MiG-29K / KUB. Tahun lalu, pilot-pilot Rusia menjalani pelatihan khusus di Krimea, belajar untuk lepas landas dan mendarat di atas dek kapal induk..

Pesawat tempur Su-33 dan MiG-29K dirancang untuk mendominasi supremasi udara. Penyebaran Admiral Kuznetsov ke Suriah nantinya dapat membuat Rusia menguasai dan mengontrol wilayah udara Suriah.

Terlepas dari kenyataan pesawat tempur Su-33 dan MiG-29K membawa jumlah bom dan amunisi yang sama dengan pembom Su-24 dan Su-34, pesawat tempur Angkatan Laut itu masih sangat efektif dalam pertempuran. Sebuah kelompok tambahan jet tempur akan meningkatkan kendali atas wilayah udara dan meningkatkan misi pengintaian udara.

Selain pesawat dan helikopter, Admiral Kuznetsov membawa sejumlah persenjataan yang berbeda (dengan kapal induk AS), termasuk sistem pertahanan udara, rudal anti kapal Granit, senjata artileri, dan bom anti kapal selam.

“Kapal induk Rusia akan cukup untuk melanjutkan perang melawan teroris di Suriah, dengan efisiensi yang sama dengan salah satu dari 11 kapal induk AS,” tulis Vasilescu.

Sputnik