DPR: Pemerintah Perlu Mengkaji Pembelian Airbus A400M

Rencana Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk membeli pesawat angkut militer Airbus A400M mendapat respon dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai bahwa pembelian pesawat angkut militer merupakan suatu hal yang penting guna memperkuat pertahanan dan keamanan. Menurutnya, idealnya TNI sudah harus memiliki pesawat angkut militer berat setidaknya delapan unit untuk kepentingan strategi, minimal di dua trouble spot, sebagai pengganti Hercules.

Namun, TB Hasanuddin meminta pemerintah untuk mengkaji kembali rencana pembelian pesawat angkut Airbus A400M jika hanya membeli maksimal dua unit. Ia menjelaskan, nantinya akan muncul kerepotan ketika satu unit sedang dalam pemeliharaan.

“Sangat dipahami bila hanya membeli sedikit mengingat keterbatasan anggaran. Namun, kurang efektif dioperasikan bila hanya membeli dua unit,” kata TB Hasanuddin, di Jakarta, Selasa (17/05).

Purnawirawan Jenderal TNI AD bintang dua ini mengatakan bahwa jika permasalahannya adalah harga A400M yang terlalu mahal, sebaiknya mengganti produk yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

“Bila harga satu pesawat A400M lebih dari 180 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,3 triliun lebih, maka nilai segitu bisa dapat 4 atau 3 unit CN295 atau C 27 J Spartan,” ujar TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin menjelaskan bahwa misalnya membeli kelas angkut yang lebih ringan dengan jumlah yang lebih banyak, maka masih ada beberapa unit yang dapat dipergunakan saat unit lainnya sedang melakukan pemeliharaan.

Republika Online