Kerjasama PT DI, Profesor Josaphat dan Chiba University

Gayung bersambut. Kata kata ini jarang kita dengar dalam atmosfir pembicaraan kontemporer, akhir akhir ini. Tapi pepatah ini, cocok dengan apa yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersama Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Chiba University, Jepang.

Photo : Embassyofaudrey

Radar buatan Josaphat Radar Company -Tokyo, yang bekerja sama dengan Chiba University, akan dipasang di pesawat CN-235 MPA buatan PT DI. Flight Test kemampuan radar C Band SAR dilakukan tahun 2015-2016.

Photo : Embassyofaudrey

Radar ini juga akan dipasang di UAV buatan Profesor Josaphat bersama Chiba University, yang kedepannya digunakan oleh Indonesia.

Pemutakhiran kemampuan pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI AU juga telah dibahas antara pihak TNI AU dengan Profesor Josaphat. Pesawat Surveillance TNI AU akan dipasang radar Josaphat Radar Company.  Untuk tahap awal, radar ini akan dipasang 5 unit di pesawat TNI AL dan BNPB.

Photo : Embassyofaudrey

Seperti disebutkaan di atas, mengapa gayung bersambut ?. Ya karena Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sedang pusing, ingin memiliki pesawat pengamatan maritim, namun dana terbatas. Untuk mendatangkan pesawat pengintaian maritim dari luar negeri, biayanya mahal. Semoga ini, bisa menjadi solusi. Pemerintah sekarang pun, sedang mengembangkan poros maritim, untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia.

Kerja sama PT DI dengan Profesor Josaphat ini, akan membuat Industri dirgantara Indonesia naik kelas, membuat pesawat patroli maritim yang mumpuni, di mana pesawat dan radar dibuat oleh anak bangsa Indonesia.

Sumber : Embassyofaudrey