Home » Militer Indonesia » Jerman Siapkan Tank Leopard dan Pertahanan Udara Baru

Jerman Siapkan Tank Leopard dan Pertahanan Udara Baru

Berlin – Jerman menyiapkan investasi puluhan juta euro untuk memproduksi tank baru dan sistem pertahanan udara, setelah diumumkannya kenaikan anggaran pertahanan untuk tahun 2017, sumber mengatakan kepada DPA, Sabtu.

Negara ini akan menghabiskan jumlah euro delapan digit pada modernisasi tank tempur Leopard 2, menurut sumber di Kementerian Pertahanan.

Sementara dana dihabiskan sembilan digit euro untuk penggunaan sistem pertahanan udara taktis yang baru (SVLK), ujarnya menambahkan.

Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen menekankan peningkatan pengeluaran akan dilakukan dengan pedoman kualitas yang ketat dalam proyek peralatan ini, dalam komentarnya yang dilaporkan Sabtu, 21/5/2016.

“Kami menuntut industri memasok Tentara Jerman pada waktu yang tepat dan peralatan bebas dari cacat, seperti halnya menservis pelanggan pribadi,” kata menteri kepada majalah berita Focus, Jerman.

Dia menambahkan bahwa penggunaan biaya dana publik harus hemat dan memberikan perlindungan terbaik bagi prajurit.

Keputusan untuk menghabiskan lebih banyak uang pada pertahanan dipicu oleh situasi keamanan yang berubah, yang meliputi intervensi Rusia di Ukraina, ancaman meningkatnya terorisme dan “ketidakstabilan di seluruh Eropa.”

kabinet Kanselir Angela Merkel sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan 34,3 – 39,2 miliar euro (38,5 – 44 miliar dolar) pada tahun 2020.

Angkatan Darat Jerman, atau Bundeswehr, telah mengkritik kenaikan terlalu sedikit, dan mengatakan itu jauh di bawah target belanja pertahanan nasional NATO 2-persen dari produk domestik bruto (PDB).

Tabloid paling populer Jerman Bild, Sabtu mengutip berkas rahasia yang menunjukkan bahwa rencana kenaikan anggaran itu tidak akan cukup untuk menutupi biaya tank baru dan sistem pertahanan udara.

Von der Leyen secara terpisah telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah Bundeswehr dengan tambahan 14.300 tentara dan 4.400 karyawan sipil selama tujuh tahun ke depan. Tujuh ribu dari jumlah itu akan dibuat segera.

DPA